AI summary
Model GENEROUS diharapkan dapat mengurangi pengeluaran Medicaid dan meningkatkan akses pasien terhadap obat. Transparansi harga menjadi isu penting dalam menentukan harga obat di bawah model most-favored nation. Perusahaan farmasi yang berpartisipasi dalam model ini dapat berkontribusi pada penurunan harga obat di pasar AS. Pemerintah Amerika Serikat mencoba menurunkan biaya obat dengan membandingkan harga obat di beberapa negara maju sebagai acuan, agar biaya obat yang dibayar di Amerika menjadi lebih adil. Strategi ini dinamakan model "most-favored nation" yang mengacu pada harga neto kedua terendah dari delapan negara pembanding seperti Kanada, Jerman, dan Inggris.Model baru yang disebut GENEROUS memungkinkan negara bagian yang ikut serta dalam program Medicaid untuk mendapatkan harga obat dengan potongan harga ekstra dari produsen obat besar melalui negosiasi yang difasilitasi oleh pemerintah. Program ini akan dijalankan secara sukarela mulai 2026 hingga 2030.Beberapa perusahaan farmasi besar seperti AstraZeneca dan Pfizer sudah menyetujui kerja sama di bawah model ini. Pemerintah berharap kebijakan ini tidak hanya menekan biaya tapi juga memperluas akses obat bagi pasien, misalnya dengan mengurangi aturan ketat seperti prior authorization.Meskipun demikian, ada beberapa tantangan signifikan, seperti sulitnya mendapatkan harga neto obat dari negara lain yang transparansinya terbatas, serta ketidaksamaan waktu persetujuan obat di berbagai negara pembanding yang menyulitkan perbandingan harga secara akurat.Contohnya, produk seperti Ozempic dan Xeljanz yang dipasarkan lewat TrumpRx ternyata masih lebih mahal dibandingkan harga di negara pembanding, bahkan setelah diskon, yang menunjukkan bahwa masih ada celah dalam implementasi harga "most-favored nation" yang harus diperbaiki.
Pendekatan harga obat "most-favored nation" ini adalah langkah berani untuk mengendalikan pengeluaran farmasi yang selama ini sangat tinggi di AS. Namun, tanpa transparansi lengkap dan koordinasi global, model ini akan kesulitan berfungsi optimal dan bisa menimbulkan kebingungan harga yang kontradiktif antara negara-negara pembanding.