Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Amazon Gunakan AI Buruk untuk Dubbing Anime Banana Fish, Fans Marah

Teknologi
Kecerdasan Buatan
News Publisher
30 Nov 2025
117 dibaca
2 menit
Amazon Gunakan AI Buruk untuk Dubbing Anime Banana Fish, Fans Marah

AI summary

Penggunaan AI dalam dubbing anime dapat menghasilkan kualitas yang buruk dan mengecewakan penggemar.
Kritik terhadap keputusan perusahaan besar seperti Amazon menunjukkan pentingnya menghargai seni pengisian suara.
Penggemar anime lebih memilih untuk menonton versi asli dengan subtitle daripada dub yang dianggap tidak menghargai karya asli.
Amazon Prime Video baru-baru ini mencoba fitur dubbing AI untuk anime populer Banana Fish. Meskipun fans sudah menantikan dubbing bahasa Inggris, hasil suara dari AI sangat buruk sehingga membuat banyak orang kecewa dan marah.Kualitas suara AI ini jauh dari standar pengisi suara profesional. Intonasi yang aneh dan cara menyampaikan dialog sangat tidak meyakinkan, bahkan dibandingkan dengan teknologi asisten suara seperti Siri, hasilnya jauh lebih buruk.Seorang pengisi suara populer, Daman Mills, mengunggah kritik tajam di media sosial. Dia menganggap penggunaan AI untuk cerita yang sangat emosional dan penting seperti Banana Fish adalah bentuk tidak hormat dan penghapusan peran aktor asli.Amazon dianggap melakukan langkah ini untuk menekan biaya produksi, karena membayar aktor suara bisa mencapai 75 dolar per jam dan total biaya bisa sampai 50 ribu dolar untuk sebuah seri. Namun, fans dan aktor suara merasa ini justru merusak kualitas dan nilai seni dubbing.Meski ada opsi untuk menonton versi asli dengan subtitle, fans takut ini menjadi awal dari tren mengganti seluruh dubbing dengan AI. Namun, feedback negatif yang besar tampaknya membuat usaha ini belum berhasil dan mendapat penolakan luas.

Experts Analysis

Daman Mills
Penggunaan AI untuk menggantikan aktor suara nyata adalah bentuk erasure dan tidak menghargai perjuangan serta emosi yang disampaikan pengisi suara dalam karya- karya penting.
Editorial Note
Penggunaan AI yang terlalu dini dan belum matang dalam seni pengisian suara seperti ini jelas merusak kualitas karya dan hubungan antara kreator dan penonton. Perusahaan besar harusnya mempertimbangkan nilai kreatifitas dan profesionalisme, bukan hanya penghematan biaya yang terlihat jangka pendek.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.