Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Kontroversi AI dalam Call of Duty: Black Ops 7 dan Masa Depan Industri Game

Teknologi
Permainan Console, PC, Mobile dan VR
gaming-pc-console-mobile (5mo ago) gaming-pc-console-mobile (5mo ago)
15 Nov 2025
80 dibaca
2 menit
Kontroversi AI dalam Call of Duty: Black Ops 7 dan Masa Depan Industri Game

Rangkuman 15 Detik

Penggunaan seni AI dalam Black Ops 7 menimbulkan kontroversi di kalangan pemain dan seniman.
Call of Duty berusaha untuk menjelaskan bagaimana AI dapat mendukung pengembangan game, meskipun banyak yang skeptis.
Industri game mungkin semakin mengarah ke penggunaan AI, yang dapat mengancam peran kreatif seniman dan pengisi suara.
Call of Duty: Black Ops 7 mengalami debut yang kurang gemilang jika dibandingkan dengan pesaing seperti ARC Raiders dan Battlefield 6, terutama dilihat dari jumlah pemain dan penonton yang lambat. Namun, bukan hanya performa yang menjadi sorotan, melainkan juga kontroversi besar terkait penggunaan seni AI dalam elemen kosmetik di dalam game bernama calling cards. Calling cards di Black Ops 7 menggunakan karya seni yang sangat jelas dibuat dengan bantuan AI generatif, khususnya dalam gaya yang meniru seni terkenal Studio Ghibli. Hal ini memicu reaksi keras dari komunitas, terutama para seniman dan penggemar yang merasa bahwa penggunaan AI ini merampas peluang kerja dan kreativitas manusia. Activision, penerbit game tersebut, merilis pernyataan resmi yang membela keputusan mereka menggunakan AI dengan alasan bahwa teknologi itu membantu tim mereka menciptakan pengalaman game terbaik. Pernyataan ini bertolak belakang dengan kontroversi negatif yang beredar luas di media sosial dan komunitas online. Sebagai perbandingan, pesaing utama mereka ARC Raiders juga menggunakan teknologi AI untuk voiceover, tapi dengan persetujuan aktor yang suaranya dimanipulasi, sehingga tidak menimbulkan kontroversi besar seperti penggunaan AI pada karya seni visual Black Ops 7. Ini menunjukkan variasi cara AI diintegrasikan ke dalam game. Peristiwa ini menjadi tanda bahwa industri game besar mulai terbuka menggunakan AI secara lebih terang-terangan, meski hal ini menimbulkan kekhawatiran akan dampak negatif terhadap kualitas seni dan posisi kreator manusia. Jika tidak ada reaksi dari audiens mainstream, penggunaan AI semacam ini kemungkinan akan terus meningkat.

Analisis Ahli

Jane McGonigal (Game Designer)
Penggunaan AI dalam game bisa mempercepat produksi dan membawa inovasi, tapi harus ada batasan agar kreativitas manusia tetap menjadi inti dari pengalaman bermain.
Ian Bogost (Game Theorist)
Ketergantungan pada AI berpotensi merampas jiwa dan authenticitas dari karya seni digital, menyebabkan krisis identitas dalam budaya game.