Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Kebakaran Besar Di Hong Kong Tewaskan 7 WNI, Sistem Alarm Gagal Berfungsi

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
News Publisher
29 Nov 2025
1399 dibaca
2 menit
Kebakaran Besar Di Hong Kong Tewaskan 7 WNI, Sistem Alarm Gagal Berfungsi

TLDR

Kebakaran di Hong Kong merupakan salah satu yang terburuk dalam beberapa dekade terakhir.
Jumlah korban tewas termasuk 7 WNI yang merupakan pembantu rumah tangga.
KJRI aktif dalam memberikan bantuan dan memfasilitasi pemulangan jenazah korban ke Indonesia.
Sebuah kebakaran besar terjadi di kompleks apartemen di distrik Tai Po, Hong Kong, yang berlangsung lebih dari 40 jam dan menyebabkan banyak korban jiwa serta luka-luka. Api menyebar dengan cepat di gedung-gedung tinggi, dan kebakaran ini dianggap sebagai yang terburuk dalam beberapa dekade terakhir di wilayah tersebut.Menurut laporan, sebanyak tujuh warga negara Indonesia yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga tewas akibat insiden ini, sementara dua lainnya mengalami luka-luka. Konsulat Indonesia di Hong Kong telah mengunjungi korban di tempat penampungan dan rumah sakit, serta memfasilitasi proses pemulangan jenazah mereka ke Indonesia.Pihak berwenang Hong Kong menyatakan bahwa sistem alarm kebakaran di gedung-gedung tersebut tidak berfungsi, yang memperburuk keadaan karena tidak ada peringatan dini saat api mulai menyebar. Selain itu, penyebaran api juga diduga dipicu oleh jaring pelindung di salah satu menara, bahan papan busa, dan perancah bambu yang mudah terbakar.Pemerintah Indonesia dan Hong Kong telah memberikan berbagai bantuan, termasuk penyaluran logistik ke shelter dan membuka posko bantuan di lokasi kebakaran. Pihak konsulat juga telah menghubungi keluarga korban dan terus memberikan dukungan untuk mereka yang terdampak.Kasus ini menimbulkan perhatian serius terkait keselamatan pekerja migran dan ketidakefektifan sistem pengamanan di gedung-gedung bertingkat padat penduduk. Pemerintah Hong Kong berencana mengambil tindakan hukum terhadap kontraktor yang bertanggung jawab atas kerusakan sistem alarm tersebut.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.