Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Plastik Baru Yang Bisa Terurai Sendiri Terinspirasi Dari Polimer Alam

Sains
Iklim dan Lingkungan
News Publisher
29 Nov 2025
4148 dibaca
2 menit
Plastik Baru Yang Bisa Terurai Sendiri Terinspirasi Dari Polimer Alam

TLDR

Penelitian ini mengembangkan plastik yang dapat terurai secara alami tanpa perlakuan khusus.
Metode baru memberikan kontrol atas kecepatan degradasi plastik sesuai kebutuhan.
Inovasi ini membuka peluang untuk aplikasi baru di berbagai bidang, termasuk teknologi medis.
Pada sebuah pendakian di Bear Mountain State Park, peneliti kimia dari Rutgers, Yuwei Gu, melihat plastik berserakan yang mencemari alam yang seharusnya bersih. Hal ini memicunya untuk meneliti kenapa plastik sintetis tidak dapat terurai secara alami seperti polimer di alam, contohnya DNA dan RNA.Gu mempelajari bahwa polimer alami memiliki gugus kimia kecil di struktur mereka yang membantu mereka mudah terurai saat dibutuhkan. Plastik biasa tidak punya fitur ini sehingga sulit terurai. Dari situ, timnya mencoba meniru cara alam ini dengan menambahkan 'pembantu kimia' serupa di plastik buatannya.Eksperimen menunjukkan plastik baru ini kuat saat digunakan tapi dapat mengurai dengan mudah saat terkena pemicu sehari-hari seperti cahaya ultraviolet atau ion logam, tanpa memerlukan perlakuan kimia keras atau panas. Kecepatannya pun dapat diatur sesuai kebutuhan produk.Contohnya, kemasan makanan bisa dirancang agar hancur dalam beberapa hari, sedangkan bagian mobil bisa bertahan bertahun-tahun. Selain ramah lingkungan, teknologi ini juga membuka kemungkinan aplikasi baru seperti kapsul obat yang melepaskan dosis secara terjadwal.Saat ini, tim Gu masih meneliti keamanan dan kompatibilitas produksi plastik baru ini agar dapat diproduksi massal serta memudahkan pengaplikasian luas. Penemuan ini merupakan terobosan dalam membuat plastik lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.