TLDR
BNPB telah mengidentifikasi jumlah korban jiwa yang signifikan akibat bencana di Sumut, Aceh, dan Sumbar. Modifikasi cuaca dan penggunaan teknologi seperti Starlink membantu dalam usaha pemulihan setelah bencana. Bantuan logistik terus disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak bencana. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menginformasikan kondisi terkini terkait banjir dan longsor yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Cuaca saat ini cerah sesuai dengan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan Siklon Tropis Senyar sudah bergerak menjauh ke Malaysia. Pemerintah juga melakukan modifikasi cuaca menggunakan pesawat khusus agar cuaca tetap stabil dan tidak memperparah kondisi di daerah terdampak.Di Sumatra Utara, terutama wilayah Tapanuli Tengah yang paling parah terdampak, terdapat 116 korban meninggal dan 42 orang masih dalam pencarian. Lebih dari 1.000 kepala keluarga terpaksa mengungsi. Komunikasi sempat terganggu, tapi BNPB menyalurkan paket Starlink sehingga jalur komunikasi dapat kembali pulih. Bantuan berupa makanan siap saji, kapal karet, dan alat evakuasi telah disalurkan untuk membantu masyarakat.Sementara itu, di Aceh tercatat 35 korban meninggal, 25 hilang, dan 8 luka-luka. Pengungsi tercatat mencapai 4.846 kepala keluarga. Beberapa wilayah di Aceh masih sulit diakses karena jalur darat terputus di sejumlah titik. BNPB terus memperbaiki akses dan mengirimkan bantuan logistik seperti makanan dan selimut serta memasang alat komunikasi darurat melalui paket Starlink untuk memperlancar komunikasi.Sumatra Barat menjadi wilayah yang relatif lebih ringan dampaknya dengan 23 orang meninggal, 12 hilang, dan 4 luka-luka. Pengungsi di daerah ini banyak tersebar di Padang Pariaman, Solok, Padang, dan Tanah Datar sebanyak 3.900 kepala keluarga. Fokus penanganan di sini adalah evakuasi cepat, penyaluran bantuan, dan perbaikan jalan yang terputus agar akses distribusi bantuan lancar.BNPB juga menggunakan dua helikopter dan satu pesawat karavan di samping pesawat modifikasi cuaca untuk membantu proses evakuasi dan distribusi logistik. Penanganan bencana ini masih terus berlangsung dengan upaya pemulihan dan bantuan kepada masyarakat terdampak demi mengurangi kesulitan yang dialami serta mempercepat proses rehabilitasi di wilayah bencana.