TLDR
Limbah tekstil dapat diubah menjadi bahan yang bernilai dan berkontribusi pada lingkungan. Penelitian ini menunjukkan potensi penggunaan limbah industri untuk memperbaiki kekuatan material konstruksi. Mengurangi emisi dalam industri semen adalah langkah penting menuju pembangunan yang lebih berkelanjutan. Industri konstruksi menghasilkan sejumlah besar emisi karbon, sementara limbah tekstil menjadi masalah besar karena sulit didaur ulang. Banyak pakaian dan bahan tekstil yang dibuang berakhir di tempat pembuangan atau dibakar, menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.Peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU) di Lithuania mengembangkan metode untuk menggunakan abu limbah tekstil sebagai pengganti sebagian semen tradisional dalam campuran beton. Penelitian awal menunjukkan bahwa abu ini bisa menggantikan hingga 7,5 persen semen dan meningkatkan kekuatan tekan beton hingga 16 persen.Selain itu, abu limbah tekstil juga diproduksi melalui proses karbonisasi, di mana limbah tekstil dipanaskan dalam lingkungan tanpa oksigen menjadi granula kaya karbon yang bisa dibakar untuk menghasilkan abu. Abu ini kemudian dimanfaatkan sebagai bahan pengganti dalam produksi semen.Penggunaan limbah tekstil dalam beton tidak hanya meningkatkan kekuatan dan ketahanan beton pada siklus pembekuan dan pencairan, tapi juga membantu mengurangi emisi CO₂ yang terkait dengan proses pembuatan semen. Langkah ini juga sejalan dengan upaya Uni Eropa untuk membangun ekonomi sirkular.Meskipun masih dalam tahap penelitian awal, pendekatan ini menawarkan solusi berkelanjutan dan inovatif untuk mengatasi dua masalah besar: limbah tekstil dan polusi dari industri semen. Dengan pengembangan lebih lanjut, teknologi ini berpotensi menjadi standar baru dalam konstruksi ramah lingkungan.