Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

China Luncurkan Kapal Drone Pertama untuk Roket Reusable, Tantang AS

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
astronomy-and-space-exploration (7mo ago) astronomy-and-space-exploration (7mo ago)
08 Agt 2025
268 dibaca
1 menit
China Luncurkan Kapal Drone Pertama untuk Roket Reusable, Tantang AS

Rangkuman 15 Detik

China meluncurkan kapal drone pertama untuk memulihkan roket dapat digunakan kembali.
iSpace berupaya mengejar ketertinggalan dari AS dalam perlombaan luar angkasa.
Teknologi roket dapat digunakan kembali dianggap penting untuk mengurangi biaya perjalanan luar angkasa.
China telah meluncurkan kapal drone pertamanya yang dirancang khusus untuk memulihkan roket yang dapat digunakan ulang. Teknologi ini adalah langkah penting bagi China dalam upayanya untuk mengejar ketertinggalan dari Amerika Serikat di bidang teknologi luar angkasa. Kapal yang diberi nama Xingji Guihang atau 'Interstellar Return' ini dikembangkan oleh perusahaan luar angkasa swasta asal Beijing bernama iSpace. Kapal ini akan digunakan untuk memulihkan bagian pertama roket yang kembali ke laut agar bisa digunakan kembali. Dengan memiliki sistem posisi dinamis dan kemampuan operasi otomatis, kapal ini mirip dengan kapal drone milik SpaceX yang selama ini sukses menurunkan biaya peluncuran roket dengan teknologi reusable mereka. Kapal ini memiliki dek dengan luas 2.400 meter persegi, cukup besar untuk menampung tahap pertama dari roket yang kembali ke laut. Ini akan mempermudah proses pemulihan dan pengoperasian kembali roket tersebut. China berencana menggunakan kapal ini untuk mendukung peluncuran roket SQX-3 milik iSpace dan berbagai roket reusable menengah hingga besar lainnya. Upaya ini menunjukkan ambisi China untuk mengembangkan industri komersial luar angkasa yang efektif dan efisien.

Analisis Ahli

Elon Musk
Pengembangan infrastruktur pendukung seperti kapal drone sangat penting untuk membuat raket reusable menjadi solusi biaya rendah, tetapi kehandalan dan efisiensi operasional harus terus ditingkatkan.
Chris Lewicki (CEO Planet Labs)
Teknologi reusable membutuhkan ekosistem yang kuat, dan peluang China untuk membangun itu sangat besar jika mereka terus mengombinasikan investasi negara dan perusahaan swasta.