Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

John Tesh dan Perjuangan Melawan Kanker Prostat Langka yang Tak Terlihat oleh PSA

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
News Publisher
25 Nov 2025
55 dibaca
2 menit
John Tesh dan Perjuangan Melawan Kanker Prostat Langka yang Tak Terlihat oleh PSA

AI summary

Pentingnya pemeriksaan rutin untuk kanker prostat meskipun hasil PSA normal.
Dukungan keluarga dan faith dapat menjadi faktor penting dalam perjuangan melawan kanker.
Mencari pendapat kedua atau ketiga dari dokter dapat membantu dalam menentukan perawatan yang tepat.
John Tesh, seorang musisi dan mantan pembawa acara Entertainment Tonight, mengalami perjalanan sulit setelah didiagnosis menderita kanker prostat jenis langka di tahun 2015. Kanker ini tidak memproduksi PSA, sebuah protein yang biasanya digunakan untuk mendeteksi dini kanker prostat melalui tes darah. Meskipun selama bertahun-tahun kadar PSA-nya normal, pemeriksaan fisik dokter menemukan hal yang mencurigakan hingga diagnosis kanker stadium lanjut ditegakkan.Tesh diberi tahu bahwa kanker yang dideritanya sangat agresif dengan skor Gleason sembilan, yang menunjukkan sel kanker sangat tidak normal dan sudah menyebar ke kelenjar getah bening. Dokter awal di Los Angeles menyatakan kanker tidak bisa dioperasi dan memberikan prognosis 18 bulan hidup, tetapi Tesh mencari pendapat lain dan akhirnya menemukan dokter yang mau melakukan operasi pengangkatan prostat dan kelenjar getah bening.Setelah operasi, Tesh menghadapi komplikasi serius termasuk kanker yang kambuh dan menyebabkan hilangnya satu ginjal. Dalam masa sulit tersebut, Tesh sempat mengalami depresi berat namun ia mendapat dukungan kuat dari istrinya, Connie Selleca, yang memotivasinya untuk terus berjuang. Mereka kemudian membawa perawatan Tesh ke University of Texas MD Anderson Cancer Center, sebuah pusat kanker terkemuka yang menyediakan perawatan menyeluruh.Di MD Anderson, Tesh mendapatkan perawatan lanjutan seperti operasi robotik untuk mengangkat kelenjar getah bening yang terinfeksi, kemoterapi, dan terapi deprivas androgen. Meskipun kanker kembali menyebar dan dokter menawarkan terapi radiasi yang agresif, Tesh memilih untuk menunda dengan pertimbangan menjaga kualitas hidupnya. Dia juga menjadi pionir dalam penggunaan digital twin yang memungkinkan simulasi pengobatan berdasarkan data pribadi untuk menangani kondisi langkanya ini.Pesan penting dari pengalaman Tesh adalah pentingnya tidak mengandalkan satu pemeriksaan saja untuk diagnosis kanker prostat, mencari opini medis kedua, dan menemukan pusat spesialis yang tepat. Dukungan keluarga, olahraga teratur, dan keimanan menjadi faktor vital dalam perjuangannya melawan kanker. Tesh pun terus menggunakan pengaruhnya untuk menyuarakan pentingnya edukasi dan advokasi pada kanker prostat.

Experts Analysis

Peter WT Pisters
MD Anderson mendorong batasan ilmiah dan pengembangan terapi baru untuk bisa mencapai kemungkinan mengakhiri kanker melalui kampanye komprehensif dan penelitian inovatif.
Editorial Note
Kisah John Tesh menegaskan bahwa diagnosis kanker prostat tidak boleh hanya mengandalkan PSA karena ada varian kanker yang sangat agresif namun tidak terdeteksi dengan PSA. Pendekatan pengobatan yang holistik yang mencakup terapi medis, dukungan psikologis dan fisik, serta inovasi teknologi merupakan kunci untuk meningkatkan hasil kesembuhan pasien kanker prostat.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.