Menelusuri Cincin Berlian Kosmik: Pengaruh Bintang Masif di Cygnus X
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
23 Nov 2025
188 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Cincin kosmik menunjukkan pengaruh besar bintang terhadap lingkungan sekitarnya.
Observatorium SOFIA berhasil menangkap gambar inframerah yang tidak dapat diambil oleh observatorium di bumi.
Pentingnya memahami proses pembentukan bintang untuk mempelajari evolusi galaksi kita.
Para ilmuwan menemukan sebuah struktur kosmik menakjubkan yang disebut 'cincin berlian'. Ini merupakan sisa dari gelembung gas karbon yang terionisasi dan terbentuk akibat radiasi dan angin bintang dari sebuah bintang masif di wilayah pembentukan bintang Cygnus X.
Cincin ini memiliki diameter sekitar 20 tahun cahaya dan unik karena berkembang di dalam awan molekuler datar, bukan gelembung gas bulat seperti biasanya. Akibatnya, cincin ini pecah dan kehilangan simetri asalnya.
Di satu sisi cincin, terlihat sebuah kelompok bintang cemerlang yang tampak seperti berlian. Namun, para peneliti mengungkapkan bahwa kelompok ini sebenarnya tidak terkait dan hanya kebetulan berada sejajar dari perspektif Bumi.
Umur cincin ini sangat muda, sekitar 400.000 tahun, yang masih sangat muda bila dibandingkan dengan umur bintang masif yang biasanya bertahan jutaan tahun. Penemuan ini membuka wawasan tentang tahap awal pembentukan dan evolusi bintang besar.
Gambar menakjubkan ini diambil menggunakan teleskop SOFIA yang terpasang di pesawat terbang, yang beroperasi di ketinggian tinggi untuk menangkap cahaya inframerah yang tidak bisa dideteksi dari permukaan Bumi. Meskipun program SOFIA sudah berakhir, data arsipnya masih memberikan banyak penemuan penting.
Analisis Ahli
Nicola Schneider
Fenomena cincin berlian menggambarkan secara jelas pengaruh besar bintang individual dalam mengubah lingkungan awan molekuler, yang esensial untuk memahami proses pembentukan bintang di Milky Way.

