TLDR
Pelacakan digital terjadi secara diam-diam dan sulit untuk sepenuhnya dihentikan. Teknologi fingerprinting dapat mengidentifikasi perangkat pengguna meski telah menggunakan mode privasi. Organisasi seperti EFF dan Mozilla berusaha meningkatkan privasi pengguna melalui teknologi dan edukasi. Saat ini, privasi online semakin sulit dipertahankan karena teknologi pelacakan yang terus berkembang, seperti device fingerprinting. Meski sudah mematikan cookie dan menggunakan mode privat, perangkat Anda tetap bisa dikenali lewat kombinasi data kecil yang menyusun sidik jari digital unik.Teknologi ini bukan hanya terjadi di browser, tapi juga merambah perangkat pintar lain seperti TV dan konsol game. Beberapa browser seperti Safari dan Firefox telah menambahkan fitur anti-fingerprinting, namun perlindungan tersebut tidak sepenuhnya menghentikan pelacakan, dan VPN juga hanya memberikan perlindungan parsial.Google memiliki peran besar dalam pelacakan ini lewat layanan seperti Google Play Services yang terus memantau aktivitas pengguna di latar belakang. Aplikasi pihak ketiga juga sering kali mengandung fitur pelacakan tersembunyi yang sulit diketahui oleh pengguna.Salah satu trik licik yang dilakukan Google adalah tombol 'Try App' di hasil pencarian Safari, yang mengalihkan pengguna ke aplikasi Google dan melepas mereka dari perlindungan privasi browser Apple. Ini membuat kegiatan pengguna dapat dilacak lebih mudah oleh Google tanpa disadari.Untuk mengetahui tingkat pelacakan yang dialami perangkat Anda, ada alat seperti EFF’s Cover Your Tracks dan Am I Unique yang bisa dipakai untuk melihat seberapa unik sidik jari digital perangkat Anda. Meski tidak bisa sepenuhnya dihentikan, pengguna bisa mengambil langkah untuk mengurangi kemungkinan pelacakan tersebut.