Waymo Perluas Layanan Robotaxi dengan Pengawasan Manusia di Kota Baru AS
Teknologi
Robotika
22 Nov 2025
125 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Waymo terus memperluas jangkauan operasional robotaxi di AS.
Operasional robotaxi akan dilakukan secara bertahap dengan pengemudi manusia sebagai langkah awal.
Waymo telah berhasil mengoperasikan kendaraan otonom penuh di beberapa kota seperti Miami dan San Francisco.
Waymo, perusahaan robotaxi milik Google yang sudah berdiri sejak 2016, kini memperluas layanan kendaraan otonomnya ke beberapa kota baru di Amerika Serikat seperti Minneapolis, Tampa, dan New Orleans. Ekspansi ini dilakukan secara bertahap dengan tetap melibatkan pengemudi manusia di tahap awal.
Tahapan operasional mulai dari pemetaan kota secara detail, pengumpulan data jalanan, pengujian kendaraan dengan pengemudi yang mengawasi, hingga akses terbatas untuk publik dilakukan sebagai persiapan. Tujuannya agar sistem dapat berjalan aman dan lancar sebelum benar-benar menghilangkan peran pengemudi.
Sistem Waymo sudah lebih dulu beroperasi di kota seperti Miami dengan kendaraan otonom penuh, serta tersedia di San Francisco sejak tahun 2024. Rencana lainnya adalah meluncurkan layanan di jalan bebas hambatan untuk pasar San Francisco, Los Angeles, dan Phoenix.
Perusahaan juga merencanakan memperluas operasional hingga San Jose dan bandara internasional San Jose Mineta, serta menyediakan layanan khusus untuk karyawan di beberapa kota seperti Dallas, Houston, San Antonio, dan Orlando. Peluncuran ini dilakukan dulu untuk internal sebelum dibuka untuk publik.
Dengan strategi peluncuran yang bertahap tersebut, Waymo menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan inovasi kendaraan otonom yang aman dan dapat diandalkan. Ekspansi ini akan mempercepat pengenalan robotaxi sebagai solusi transportasi masa depan di Amerika Serikat.
Analisis Ahli
Dr. Elena Martinez (Ahli Mobil Otonom, MIT)
Ekspansi Waymo menunjukkan pendekatan yang sangat konservatif dan bertanggung jawab terhadap teknologi otonom, yang penting untuk mengatasi kendala regulasi dan penerimaan publik.

