TLDR
Lidah sintetis dapat mengukur kepedasan makanan dengan akurasi tinggi. Penelitian ini mengungkapkan hubungan antara protein susu dan persepsi kepedasan. Inovasi dalam teknologi pengukuran rasa dapat meningkatkan kontrol kualitas dalam industri makanan. Saat menikmati makanan pedas, banyak orang merasakan sensasi terbakar yang menyakitkan, terutama saat mencoba cabai yang sangat pedas seperti cabai 'facing heaven' dari Sichuan, Tiongkok. Namun, untuk menentukan tingkat kepedasan makanan secara objektif, manusia harus menanggung rasa sakit yang mungkin membahayakan lidah mereka. Oleh karena itu, para peneliti menciptakan 'lidah buatan' atau artificial tongue berbasis gel yang mampu mengukur kepedasan makanan tanpa menyebabkan rasa sakit.Alat ini dibuat dengan menggunakan gel yang mengandung susu bubuk, asam akrilat, dan kolin klorida. Susu dikenal memiliki kemampuan menetralkan rasa pedas secara alami, dan hal ini menjadi inspirasi dalam pembuatan gel tersebut. Saat capsaicin—zat penyebab pedas pada cabai—berinteraksi dengan protein susu dalam gel, terbentuk kompleks yang mengganggu aliran ion dan menyebabkan penurunan konduktivitas listrik pada gel tersebut.Untuk mengukur perubahan konduktivitas tersebut, gel ditempatkan antara dua lempeng tembaga dan dihubungkan ke alat pengukur arus listrik. Ketika gel bersentuhan dengan capsaicin, arus listriknya menurun, yang menandakan tingkat kepedasan makanan yang diuji. Dengan alat ini, pengukuran bisa dilakukan secara lebih akurat dan tanpa risiko rasa sakit pada lidah manusia.Penemuan ini sangat penting terutama bagi industri makanan yang perlu melakukan kontrol kualitas terhadap produk pedas mereka. Dengan adanya alat pengukur tingkat kepedasan yang aman dan objektif ini, produsen makanan dapat memastikan bahwa produk mereka memenuhi standar pedas yang konsisten dan sesuai dengan preferensi konsumen.Kedepannya, teknologi artificial tongue ini bisa dikembangkan lebih lanjut untuk mengukur berbagai rasa lain secara presisi, bukan hanya rasa pedas. Ini membuka peluang besar bagi kemajuan teknologi sensor makanan yang dapat mendukung inovasi dan pengembangan produk makanan berkualitas tinggi.