TLDR
Angkatan Luar Angkasa perlu mengadopsi praktik digital dan teknologi terkini untuk mengendalikan ruang angkasa. Kecepatan dalam pengadaan dan pengembangan teknologi akan menjadi kunci untuk menghadapi tantangan kompetitif. Fungsi inti Angkatan Luar Angkasa harus tetap kuat dan terintegrasi dengan operasi militer gabungan. General Chance Saltzman menerbitkan Vector 2025 sebagai strategi terbaru dari U.S. Space Force yang menjelaskan tujuan, prioritas, dan filosofi layanan luar angkasa ini. Strategi ini menyoroti bagaimana kondisi luar angkasa saat ini sangat kompetitif dan penuh tantangan, jauh berbeda dengan masa lalu yang lebih aman dan damai. Oleh karena itu, Amerika Serikat harus siap tidak hanya beroperasi di luar angkasa, tetapi juga mencegah lawan, memperebutkan posisi, dan ketika perlu, mengendalikan domain luar angkasa tersebut.Salah satu fokus utama Vector adalah pentingnya daya tahan kompetitif yang dibangun atas kemampuan kesadaran domain ruang angkasa, ketahanan melalui disaggregasi, serta postur penangkal yang kredibel. Salah satu hal paling penting dari strategi ini adalah menjadikan Space Force sebagai layanan militer digital pertama yang sepenuhnya mengadopsi teknologi dan pendekatan berbasis software, serta jaringan yang saling terhubung secara aman dan cerdas di orbit luar angkasa.Vector juga menekankan perlunya meningkatkan tempo akuisisi dan pengadaan teknologi agar mampu berkembang secepat komersial luar angkasa. Dengan sistem akuisisi tradisional yang lamban dan berat, tidak mungkin strategi ini berhasil diterapkan. Oleh karena itu, Space Force harus diberi kebebasan untuk menggunakan sistem iteratif, cepat dalam pengembangan dan penyebaran, serta selalu menerima masukan untuk pembaruan berkelanjutan, seperti yang sudah dipraktekkan oleh Space Development Agency.Selain itu, Vector mengingatkan pentingnya menjaga fungsi-fungsi inti Space Force yang mendukung operasi gabungan militer, seperti navigasi presisi, intelijen, peringatan serangan rudal, komunikasi global yang aman, dan infrastruktur darat yang tangguh. Fungsi ini tidak dapat digantikan oleh sektor komersial dan vital untuk keberhasilan operasi militer sekaligus memastikan kemampuan bertahan di medan tempur nyata.Secara keseluruhan, Vector bukan hanya peta jalan strategis melainkan juga ajakan aksi bagi Space Force agar mempercepat inovasi, memanfaatkan kemajuan komersial, dan menjaga keandalan misi-misi penting. Keberhasilan strategi ini sangat ditentukan oleh seberapa cepat dan efektif Space Force mengimplementasikan visi tersebut, karena di era persaingan luar angkasa yang serba cepat, pihak yang bergerak terlebih dahulu akan mendominasi masa depan ruang angkasa.