Suno dan Masa Depan AI Musik: Apakah Itu Menghancurkan Seni dan Nilai Musik?
Bisnis
Startup dan Kewirausahaan
20 Nov 2025
296 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Suno menghadapi tantangan hukum terkait penggunaan materi berhak cipta dalam model AI mereka.
Mikey Shulman percaya bahwa lebih banyak orang dapat terlibat dalam penciptaan musik melalui alat AI.
Musik yang dihasilkan AI dapat berpotensi mengurangi nilai dan keunikan musik yang dihasilkan oleh manusia.
Suno adalah sebuah startup AI musik yang baru saja mendapat suntikan dana sebesar 250 juta dolar AS dengan valuasi 2,45 miliar dolar AS. Namun perusahaan ini sedang menghadapi tuntutan hukum karena diduga menggunakan materi musik berhak cipta tanpa izin untuk melatih model AI-nya. Fitur terkenal Suno adalah membuat lagu dengan cara menulis perintah teks yang menghasilkan musik secara otomatis.
Pendiri Suno, Mikey Shulman, menyatakan bahwa masa depan musik akan melibatkan lebih banyak orang yang aktif membuat musik berkat teknologi AI ini, dan bahwa musik akan memiliki nilai lebih besar dalam masyarakat. Namun, banyak musisi merasa pernyataan ini mengecilkan arti proses kreatif musik yang sebenarnya, karena penggunaan AI hanya sekadar menekan tombol dan menerima hasil tanpa usaha.
Suno juga menawarkan produk Studio, sebuah alat yang mirip digital audio workstation biasa yang memungkinkan editing dan penciptaan musik dengan bantuan AI. Tetapi studio ini juga memerlukan biaya berlangganan yang tidak jauh lebih murah dari software musik tradisional yang sudah ada, yang bisa digunakan dengan cara belajar yang lebih mendalam.
Beberapa platform musik populer seperti Deezer, Qobuz, dan Spotify sudah mulai membatasi atau mengurangi visibilitas musik yang sepenuhnya dihasilkan oleh AI karena dianggap tidak memiliki nilai artistik dan emosional yang cukup. Kritik dari para musisi menyebut teknologi ini malah meniadakan perjuangan, bakat, dan proses belajar yang merupakan inti dari seni musik.
Secara keseluruhan, teknologi AI musik membuka kemungkinan bagi lebih banyak orang bisa membuat musik dengan mudah, tapi di sisi lain juga menimbulkan kontroversi soal nilai dan masa depan musik yang dianggap sebagai sebuah seni. Ke depan, isu tentang hak cipta, kualitas musik, dan peran AI dalam seni musik akan menjadi sangat penting untuk dibahas dan diatur.
Analisis Ahli
Nick Canovas
Musik rekaman kehilangan nilai keistimewaannya karena kemudahan pembuatan AI yang dapat menciptakan lagu dalam hitungan detik, sehingga menurunkan nilai artistik dan ekonomi musik secara keseluruhan.
