TLDR
Simulasi ini menetapkan tolok ukur baru untuk kinerja CFD eksaskala dan efisiensi memori. Pendekatan baru dalam simulasi menggunakan teknik regulasi informasi meningkatkan efisiensi dan kecepatan. Pengembangan simulasi ini dapat menggantikan eksperimen fisik yang mahal dengan pemodelan prediktif yang lebih akurat. Para peneliti Amerika Serikat berhasil melakukan simulasi dinamika fluida terbesar yang pernah ada dengan menggunakan superkomputer El Capitan di Lawrence Livermore National Laboratory. Simulasi ini melibatkan lebih dari satu kuadriliun derajat kebebasan, khususnya untuk meneliti interaksi aliran gas panas dari beberapa mesin roket yang menyala bersamaan.Pendekatan baru dalam simulasi ini menggunakan teknik regularisasi geometri informasi yang dikembangkan oleh para profesor dari Georgia Tech dan NYU Courant. Teknik ini memungkinkan simulasi berjalan lebih cepat, lebih efisien dalam penggunaan memori dan energi, serta dapat menangani masalah yang jauh lebih besar dibandingkan metode sebelumnya.Simulasi dilakukan dengan memanfaatkan seluruh kapasitas El Capitan, yang terdiri dari 11.136 node dan 44.500 lebih akselerator AMD Instinct MI300A. Tim peneliti juga meneruskan simulasi tersebut menggunakan superkomputer Frontier di ORNL, mencapai angka lebih dari satu kuadriliun derajat kebebasan.Hasil simulasi ini penting karena dapat menggantikan eksperimen fisik yang mahal serta sulit dilakukan terutama untuk konfigurasi mesin roket yang kompleks. Dengan simulasi ini, perancangan roket bisa lebih akurat dan efisien menggunakan model komputasi beresolusi tinggi.Dengan semakin berkembangnya industri penerbangan luar angkasa swasta yang menggunakan banyak mesin roket kecil, simulasi canggih ini mampu membantu mengatasi tantangan aliran gas pluma yang mempengaruhi keselamatan dan keberhasilan misi. Ini membuka pintu bagi inovasi lebih cepat di masa depan.