Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

China Bangun Pulau Buatan Terapung Tahan Ledakan Nuklir untuk Riset Laut Dalam

Sains
Fisika dan Kimia
physics-and-chemistry (4mo ago) physics-and-chemistry (4mo ago)
20 Nov 2025
296 dibaca
1 menit
China Bangun Pulau Buatan Terapung Tahan Ledakan Nuklir untuk Riset Laut Dalam

Rangkuman 15 Detik

China sedang membangun pulau buatan yang dapat bertahan dalam kondisi ekstrem.
Fasilitas ini menggabungkan teknologi canggih untuk penelitian dan pertahanan.
Desainnya memiliki kemampuan unik untuk menahan ledakan nuklir.
China sedang membangun sebuah fasilitas ilmiah yang sangat besar di laut dalam, yang berbentuk seperti pulau buatan terapung. Fasilitas ini dirancang agar bisa menampung banyak peneliti selama berbulan-bulan dan tetap berfungsi dengan baik tanpa perlu suplay dari luar. Fasilitas ini sangat kuat dan unik karena mampu menahan ledakan nuklir. Hal ini dicapai dengan menggunakan bahan khusus yang disebut metamaterial, yang membuat tekanan ledakan bisa diserap dan tidak merusak bagian penting fasilitas. Selain fungsi ilmiah, fasilitas ini juga bisa menunjang kekuatan militer China di laut. Dengan kemampuan bertahan terhadap cuaca berat dan serangan, pulau buatan ini bisa berada di tengah lautan dan menjaga komunikasi, navigasi, serta energi dengan aman. Jumlah orang yang bisa tinggal di fasilitas ini cukup banyak, yaitu sekitar 238 orang, dan mereka bisa tinggal selama empat bulan tanpa perlu bantuan dari luar. Ini menunjukkan bahwa fasilitas ini benar-benar dibuat untuk jangka panjang. Dengan target operasional pada tahun 2028, fasilitas ini diharapkan menjadi inovasi besar yang bukan hanya menambah kemampuan riset laut dalam tapi juga meningkatkan posisi China dalam persaingan global di laut.

Analisis Ahli

Profesor Yang Deqing
Penggunaan metamaterial sebagai pelindung ledakan nuklir menunjukkan kemajuan revolusioner dalam desain struktural yang bisa menjadi standar baru bagi fasilitas laut dalam masa depan.