TLDR
InfiX.ai bertujuan untuk membuat model bahasa besar dapat diakses oleh semua perusahaan, terutama perusahaan kecil dan menengah. Yang Hongxia berkomitmen untuk mendemokratisasi teknologi AI dan menciptakan sistem AI yang lebih efisien dan terdesentralisasi. Startup ini berambisi untuk mengembangkan AI generatif yang dapat diakses dan digunakan oleh berbagai organisasi tanpa memerlukan sumber daya komputasi yang besar. Yang Hongxia, seorang ilmuwan AI dari Hong Kong Polytechnic University, sedang mengembangkan cara agar rumah sakit dan bisnis bisa melatih model AI mereka sendiri. Ia ingin memudahkan setiap perusahaan, terutama UKM, agar bisa menggunakan teknologi AI dengan biaya yang lebih murah.Melalui start-up barunya, InfiX.ai, Yang berharap berbagai bisnis dapat membuat model bahasa besar (LLM) yang disesuaikan dengan bidang mereka. Model ini bisa melengkapi AI dari perusahaan besar seperti Alibaba dan ByteDance.InfiX.ai bercita-cita membawa AI generatif ke arah terdesentralisasi sehingga semua orang bisa memanfaatkan dan mengembangkan AI dengan adil. Mereka menggunakan teknologi pelatihan yang efisien dan menjaga privasi data supaya AI bisa digunakan oleh organisasi berbagai ukuran.Saat ini, InfiX.ai sudah memiliki nilai valuasi sebesar 250 juta dolar AS dari pendanaan awal dan sedang membangun teknologi yang memungkinkan pelatihan AI dengan kebutuhan komputasi yang sangat rendah seperti FP8 precision dan edge AI.Visi Yang Hongxia ini juga sejalan dengan perusahaan teknologi lain yang ingin membuat AI lebih mudah diakses dan digunakan oleh semua orang, termasuk Thinking Machines Lab yang bernilai sekitar 50 miliar dolar AS.