Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Pengaruh Agribisnis Besar Mendominasi COP30, Ancaman Serius Bagi Iklim Global

Sains
Iklim dan Lingkungan
News Publisher
18 Nov 2025
1150 dibaca
2 menit
Pengaruh Agribisnis Besar Mendominasi COP30, Ancaman Serius Bagi Iklim Global

TLDR

Industri pertanian memiliki pengaruh yang semakin besar dalam negosiasi iklim global.
Kritik terhadap agribisnis di Brasil terkait dengan emisi dan deforestasi semakin meningkat.
Regulasi dan pengawasan terhadap perusahaan besar di sektor pertanian perlu diperkuat untuk mencapai target iklim.
COP30 di Belém, Brasil, awalnya diharapkan menjadi konferensi yang menonjolkan isu sistem pangan dan keadilan dalam negosiasi iklim global. Namun, data peserta baru mengejutkan dengan munculnya dominasi perusahaan industri pertanian, terutama dari sektor daging, yang jumlahnya meningkat tajam dibanding konferensi sebelumnya. Mereka berusaha memposisikan diri sebagai pemimpin aksi iklim, tetapi juga aktif melobi untuk mencegah regulasi yang ketat.Dominasi sektor pertanian di Brasil sangat mencolok karena melibatkan perusahaan besar seperti JBS, MBRF, serta raksasa agribisnis dunia seperti Bayer dan Nestlé. Pertanian menyumbang sebagian besar emisi gas rumah kaca negara ini dan menyebabkan deforestasi besar di Amazon dan Cerrado, yang semakin mendapat sorotan dunia. Perusahaan-perusahaan ini juga mendapatkan akses khusus dalam ruang-ruang negosiasi.Angka global menunjukkan bahwa sistem pangan menyumbang sekitar sepertiga dari emisi gas rumah kaca dunia, dengan peternakan menjadi penyumbang besar emisi metana. Selain itu, sektor ini sangat rentan terhadap dampak iklim seperti perubahan pola cuaca dan cuaca ekstrem yang mengganggu produksi komoditas penting, seperti kopi dan kakao, yang berdampak pada harga dan ketersediaan produk.Di sisi lain, kelompok sipil dan advokat mengkritik ketimpangan suara dalam COP30, karena petani kecil, terutama perempuan di Asia dan Afrika yang bekerja di sektor pangan, hampir tidak terwakili dalam pembahasan. Sementara itu, korporasi besar mendominasi agenda dan mendorong narasi iklim yang melayani kepentingan mereka, bukan keberlanjutan sejati.Situasi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa COP30 akan memiliki hasil yang lemah dalam penanganan emisi dari pertanian. Tekanan hukum terhadap perusahaan besar mulai meningkat, termasuk denda dan gugatan terkait klaim net-zero mereka yang menyesatkan, namun perubahan signifikan dalam kebijakan iklim sektor pangan masih sangat diperlukan agar target pembatasan pemanasan global bisa tercapai.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.