Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

AS Percepat Migrasi Kriptografi Kuantum Untuk Keamanan Digital Masa Depan

Teknologi
Keamanan Siber
News Publisher
18 Nov 2025
1191 dibaca
2 menit
AS Percepat Migrasi Kriptografi Kuantum Untuk Keamanan Digital Masa Depan

TLDR

Pemerintahan AS sedang mempercepat adopsi teknologi kuantum dan kriptografi pasca-kuantum.
Kesepakatan internasional seperti Teknologi Prosperity Deal menunjukkan pentingnya kerjasama dalam pengembangan teknologi kuantum.
Organisasi harus segera mempersiapkan migrasi ke kriptografi kuantum untuk menghindari risiko keamanan siber di masa depan.
Pemerintah Amerika Serikat berencana mempercepat jadwal adopsi teknologi kriptografi pasca-kuantum (PQC) dalam infrastruktur digitalnya. Hal ini dilakukan karena kemajuan teknologi kuantum dapat mengancam keamanan digital saat ini yang menggunakan kriptografi klasik. Dengan memperpendek tenggat waktu dari 2035 menjadi 2030, pemerintah menunjukkan keseriusan dalam menghadapi tantangan tersebut.Langkah percepatan migrasi PQC juga melibatkan pendekatan menyeluruh dari berbagai instansi pemerintah dan sektor swasta. Kebijakan ini mengharuskan tiap organisasi melakukan inventarisasi sistem kriptografi, menetapkan rencana migrasi, dan beradaptasi dengan standar yang telah dirilis oleh NIST. Dengan begitu, keamanan siber di seluruh ekosistem digital akan diperkuat.Selain kebijakan domestik, AS juga menjalin kerjasama internasional melalui Perjanjian Teknologi Kemakmuran senilai 42 miliar dolar AS dengan Inggris. Kerjasama ini mencakup bidang kecerdasan buatan, tenaga nuklir sipil, dan terutama teknologi kuantum. Kerja sama tersebut akan mempercepat inovasi dan menciptakan lapangan kerja terampil bagi sumber daya manusia di kedua negara.Salah satu teknologi yang digarap adalah Quantum Key Distribution (QKD) yang menawarkan keamanan tingkat lanjut untuk pengiriman data. Uji coba QKD direncanakan di sektor penting seperti keuangan, kesehatan, dan rantai pasok, memberikan organisasi perlindungan ganda untuk menghadapi ancaman teknologi kuantum yang akan datang.Secara keseluruhan, strategi baru ini menempatkan teknologi kuantum sebagai prioritas nasional setara dengan kecerdasan buatan. Organisasi yang gagal beradaptasi dengan cepat berisiko kehilangan akses pada kontrak pemerintah serta menghadapi risiko keamanan siber yang meningkat, sehingga kesiapan dan kolaborasi menjadi kunci utama untuk sukses.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.