Tuduhan Alibaba Bantu Militer China Memicu Ketegangan AS-China
Teknologi
Kecerdasan Buatan
18 Nov 2025
111 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Alibaba dituduh terlibat dalam operasi militer China terhadap AS, yang dibantah oleh perusahaan tersebut.
Memo dari Gedung Putih yang tidak terverifikasi ini menimbulkan spekulasi baru tentang hubungan dagang antara AS dan China.
Reaksi pasar terhadap laporan ini menunjukkan sensitivitas industri AI di China dan kekhawatiran investor akan sanksi baru.
Sebuah memo yang bocor dari Gedung Putih menuduh perusahaan teknologi asal China, Alibaba, membantu operasi militer negara tersebut untuk menargetkan Amerika Serikat. Tuduhan ini muncul di tengah hubungan yang sudah tegang antara China dan AS, meskipun kedua negara sudah sepakat untuk melonggarkan tarif dan pembatasan ekspor dalam beberapa bidang.
Alibaba membantah keras tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa laporan itu salah dan bertujuan merusak hubungan dagang antara kedua negara. Perusahaan juga mempertanyakan motif di balik bocornya memo tersebut yang belum diverifikasi secara independen oleh media yang melaporkannya.
Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping sebelumnya sudah mencapai kesepakatan untuk mengurangi tarif dan melonggarkan kontrol ekspor sebagai upaya meredakan ketegangan. Namun, tuduhan terhadap Alibaba ini memunculkan spekulasi adanya kelompok garis keras di AS yang ingin menggagalkan kesepakatan tersebut.
Reaksi pasar saham terhadap laporan ini cukup siginifikan, dengan harga saham Alibaba di pasar AS turun hampir 4% sebelum akhirnya bangkit kembali di pasar Hong Kong. Hal ini menunjukkan kekhawatiran investor terhadap kemungkinan sanksi baru dan dampak geopolitik terhadap industri teknologi.
Para ahli menilai laporan ini muncul di saat persaingan dalam pengembangan kecerdasan buatan antara China dan AS semakin sengit. Alibaba semakin dikenal dengan model AI mereka, sementara investor juga mulai waspada terhadap potensi gelembung dalam sektor AI yang sedang berkembang pesat.
Analisis Ahli
Andy Rothman
Memo yang minim detil memperkuat dugaan adanya faksi garis keras di pemerintahan AS yang ingin menggagalkan kesepakatan dagang Trump-Xi.Kyle Chan
Reaksi pasar mencerminkan posisi sensitif industri AI China, dimana model AI dari Alibaba mulai populer dan mengancam pemain global seperti OpenAI.

