Strategi 10 Tahun Made in China 2025: Kemajuan dan Tantangan Besar China
Bisnis
Ekonomi Makro
18 Nov 2025
108 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Tiongkok telah membuat kemajuan signifikan dalam strategi 'Made in China 2025' meskipun tidak mencapai semua target.
Dukungan dari negara berperan penting dalam memperkuat posisi Tiongkok sebagai kekuatan manufaktur global.
Pangsa pasar manufaktur Tiongkok terus meningkat dalam dekade terakhir.
Pada tahun 2015, China meluncurkan strategi besar bernama 'Made in China 2025' untuk memajukan kemampuan teknologi dan manufaktur nasional. Tujuannya adalah agar China menjadi lebih mandiri dan inovatif di berbagai bidang industri penting seperti semikonduktor, penerbangan, dan robotika. Strategi ini dirancang untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi asing dan meningkatkan daya saing global negara tersebut.
Namun, sebuah laporan terbaru dari US-China Economic and Security Review Commission mengungkap bahwa meskipun China membuat kemajuan besar, beberapa target utamanya belum sepenuhnya tercapai. Misalnya, sektor penerbangan komersial dan produksi chip komputer yang sangat penting mengalami hambatan karena adanya perusahaan global besar yang mendominasi dan perlindungan hak cipta yang ketat.
Meski begitu, laporan tersebut menyoroti bahwa China berhasil memperluas kapasitas manufaktur chipnya dengan pertumbuhan lebih dari empat kali lipat dibandingkan permintaan global sejak 2015 hingga 2023. Ini menunjukkan kemampuan China untuk memperbesar pasar domestik dan global meskipun belum bisa memimpin inovasi di tingkat yang paling mutakhir.
Secara keseluruhan, strategi yang didukung kuat oleh pemerintah ini sudah membantu China menjadi lebih inovatif dan memperkuat posisi manufakturnya di dunia. Pangsa manufaktur global yang dimiliki China naik jadi hampir 29 persen pada 2023, naik dari sekitar 26 persen di 2015. Ini menjadikan China sebagai kekuatan utama dalam rantai pasokan manufaktur internasional.
Ke depan, China kemungkinan akan terus berupaya memperbaiki kelemahan di bidang teknologi tinggi dan mengurangi ketergantungan pada teknologi impor. Perkembangan ini penting untuk diperhatikan karena bisa mengubah dinamika persaingan global dan menyebabkan perubahan besar dalam kekuatan ekonomi dan geopolitik dunia.
Analisis Ahli
Dr. Ming Zhao (Ahli Teknologi dan Ekonomi China)
China berhasil menguatkan basis manufakturnya dan mempercepat produksi chip, namun untuk teknologi tinggi yang sangat kompleks, mereka masih tertinggal jauh dibandingkan negara maju yang memiliki ekosistem teknologi dan perlindungan hak cipta yang ketat.

