Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Gugatan Terhadap Aturan Batas Waktu Media Sosial untuk Anak di Virginia

Teknologi
Keamanan Siber
News Publisher
18 Nov 2025
188 dibaca
2 menit
Gugatan Terhadap Aturan Batas Waktu Media Sosial untuk Anak di Virginia

TLDR

Undang-undang baru Virginia membatasi akses media sosial untuk anak-anak, yang memicu kontroversi tentang kebebasan berbicara.
NetChoice, didukung oleh perusahaan teknologi besar, menggugat undang-undang ini karena dianggap melanggar hak konstitusi.
Verifikasi usia yang diperlukan dapat menimbulkan risiko privasi dan keamanan pengguna.
Virginia baru-baru ini mengesahkan sebuah undang-undang yang membatasi anak-anak di bawah usia 16 tahun untuk menggunakan media sosial tidak lebih dari satu jam per hari tanpa izin orang tua. Aturan ini bertujuan untuk membatasi waktu anak-anak di platform online demi menjaga kesehatan mental dan keamanan mereka.Namun, kelompok perdagangan teknologi NetChoice menggugat undang-undang tersebut dengan alasan aturan ini melanggar hak kebebasan berbicara menurut Amandemen Pertama di Amerika Serikat. Mereka menilai pembatasan ini sebagai hambatan yang tidak adil bagi pengguna muda untuk mengakses konten dan menyampaikan pendapat secara bebas di internet.Salah satu alasan gugatan juga berkaitan dengan metode verifikasi usia yang diminta oleh undang-undang. Pemerintah Virginia mengharuskan platform media sosial menerapkan cara yang dianggap "komersial yang layak" untuk memverifikasi usia, yang bisa termasuk meminta pengguna mengunggah dokumen seperti ID pemerintah.NetChoice memperingatkan risiko besar dalam pengumpulan data pribadi ini, terutama setelah insiden kebocoran data yang dialami Discord, yang melibatkan sekitar 70.000 ID pengguna bocor. Kejadian ini menunjukkan bagaimana verifikasi usia yang ketat dapat mengancam privasi dan keamanan pengguna terutama anak-anak.Dalam konteks ini, NetChoice dan perusahaan teknologi besar menegaskan bahwa keputusan terkait pengawasan penggunaan media sosial bagi anak-anak sebaiknya tetap berada di tangan orang tua dan bukan pemerintah. Mereka melihat kebijakan ini sebagai tantangan besar bagi kebebasan berekspresi sekaligus privasi digital di masa depan.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.