Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bias Pendanaan Venture Capital: Mengapa Pendiri Wanita Di Pasar Perempuan Ditinggalkan

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
News Publisher
18 Nov 2025
85 dibaca
2 menit
Bias Pendanaan Venture Capital: Mengapa Pendiri Wanita Di Pasar Perempuan Ditinggalkan

TLDR

Pendiri wanita sering kali harus membuktikan lebih banyak untuk mendapatkan pendanaan dibandingkan pendiri pria.
Investasi yang tidak tepat dapat menghambat inovasi dan perkembangan dalam kategori yang penting bagi wanita.
Perubahan diperlukan dalam cara investasi dievaluasi untuk menciptakan peluang yang lebih adil bagi pendiri wanita.
Artikel ini membahas masalah serius dalam dunia modal ventura, yaitu bias gender dalam pendanaan startup di pasar yang melayani perempuan seperti kecantikan, femtech, dan kesehatan perempuan. Meskipun pasar ini sangat besar dan tahan banting terhadap resesi, pendanaan justru lebih banyak diberikan kepada pendiri pria yang sering kali kurang memahami kebutuhan dan preferensi pengguna sebenarnya. Pendiri wanita, yang memiliki produk dan traction lebih baik, sering kesulitan mendapatkan modal yang cukup.Contoh nyata muncul dari industri manicure robotik di mana Clockwork yang dipimpin pendiri wanita berhasil meluncurkan teknologi yang bekerja dan mendapatkan pelanggan besar dengan pendanaan paling kecil. Sementara itu, pendiri pria di 10Beauty mengumpulkan dana terbesar namun tidak punya produk sampai akhirnya mengakuisisi Clockwork. Ini merupakan ilustrasi jelas ketidakadilan dan pengingkaran terhadap kinerja nyata pendiri wanita.Fenomena serupa juga terjadi dalam femtech dengan contoh Flo Health yang didirikan oleh dua pria dan mendapat pendanaan lebih dari 200 juta dolar, meskipun layanan mereka menghadapi banyak kontroversi. Perusahaan lain seperti FemTec Health yang juga didirikan oleh pria gagal meskipun memiliki modal besar karena kurangnya pemahaman mendalam tentang pasar dan produk. Hal ini menunjukkan bahwa modal besar tanpa domain expertise tidak menjamin keberhasilan.Di sektor skincare presisi juga terlihat pola yang sama, di mana startup dengan pendiri pria mendapat lebih banyak modal dan perhatian dibandingkan pendiri wanita yang membangun produk lebih kuat dan komunitas yang loyal. Kisah Ami Colé, merek kecantikan yang dibangun oleh wanita kulit hitam dan mendapat resonansi budaya tinggi, juga menyoroti kesulitan mendapatkan pendanaan meskipun memiliki kesuksesan awal, sampai akhirnya tutup dan sang pendiri diangkat ke posisi tinggi di perusahaan besar.Artikel menutup dengan refleksi bahwa masalah bias ini dialami investor dari semua gender karena pola 'pendiri yang dapat dibiayai' sangat diwarnai oleh stereotip. Tanpa perubahan mendasar dalam bagaimana pendiri dievaluasi berdasarkan bukti dan keahlian, bukannya berdasarkan pola yang sudah usang, pasar akan terus menyia-nyiakan peluang besar dan menghasilkan kegagalan yang mahal di masa depan.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.