Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Berita Terbaru Apple: IPhone 18 Pro Max Berat, IPhone Air Ditunda, Dan Mac Mini M5 Hadir

Teknologi
Gadgets dan Wearable
News Publisher
15 Nov 2025
1089 dibaca
2 menit
Berita Terbaru Apple: IPhone 18 Pro Max Berat, IPhone Air Ditunda, Dan Mac Mini M5 Hadir

TLDR

iPhone 18 Pro Max akan menjadi model terberat dengan peningkatan spesifikasi.
Peluncuran iPhone Air ditunda karena penjualan yang mengecewakan.
Apple kembali memperkenalkan aksesori baru, yaitu Apple Socks, yang terinspirasi dari desain klasik.
Minggu ini, berbagai berita menarik datang dari dunia Apple, mulai dari bocoran iPhone 18 Pro Max yang diperkirakan menjadi iPhone terberat sepanjang sejarah dengan berat sekitar 243 gram. Kenaikan berat ini kemungkinan terkait dengan baterai yang lebih besar, sistem pendingin yang lebih baik, atau peningkatan kamera dan chipset terbaru yang lebih canggih.Apple juga menghadapi tantangan dengan model iPhone Air yang diluncurkan bersamaan dengan iPhone 17. Karena penjualan yang kurang memuaskan, rilis iPhone Air generasi kedua dikabarkan akan ditunda hingga awal 2027. Strategi peluncuran ini memisahkan waktu rilis antara model iPhone versi Pro dan non-Pro.Di sisi aksesoris, Apple secara mengejutkan menghidupkan kembali produk klasik yakni 'Apple Socks', sebuah sarung kain untuk iPhone yang didesain oleh rumah mode Jepang ISSEY MIYAKE. Produk ini menjadi kombinasi unik antara teknologi modern dan fashion minimalis, sekaligus menambah pilihan pelindung ponsel bagi pengguna.Evolusi Apple Silicon terus berlanjut dengan peluncuran M5 di model MacBook Pro terbaru, serta rencana peluncuran Mac Mini dan Mac Studio dengan chip M5 yang direncanakan pada pertengahan 2026. Ini menandai terus lemahnya ketergantungan Apple pada prosesor Intel dan memperkuat ekosistem Apple yang semakin efektif dan kuat.Regulasi Digital Markets Act di Eropa menimbulkan dampak positif bagi persaingan browser di iOS, dengan Opera mengalami lonjakan pengguna sebesar 88 persen. Namun, Apple juga mengkritik regulasi ini karena dianggap tidak memperbaiki harga bagi konsumen dan malah menambah risiko serta hambatan bagi inovator baru.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.