iPhone Air: Desain Super Tipis dengan Tantangan Baterai dan Masa Depan Lipat Apple
Teknologi
Gadgets dan Wearable
10 Sep 2025
102 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
iPhone Air memiliki desain ultra-tipis dengan fitur canggih.
Kekhawatiran tentang masa pakai baterai menjadi fokus utama di kalangan pengguna.
Apple terus berinovasi dalam desain, meskipun ada kritik tentang kembali ke tren tipis.
Apple baru saja memperkenalkan iPhone Air yang sangat tipis dengan ketebalan hanya 5,6 mm dan layar 6,5 inci ProMotion. Telepon ini juga memiliki kamera ganda 48 megapiksel serta fitur baru seperti kamera selfie dengan Center Stage dan add-on baterai MagSafe. Peluncuran ini menarik perhatian banyak pihak, termasuk staf The Verge yang memberikan impresi pertama mereka.
Beberapa staf merasa desain iPhone Air terlalu tipis sehingga daya tahan baterainya diragukan, terlebih dengan aksesori baterai tambahan yang membuat telepon menjadi lebih tebal. Perbandingan juga dibuat dengan iPhone 17 Pro yang lebih tebal tapi terbuat dari titanium dan Pixel 6 yang lebih berat sehingga terasa lebih kokoh saat digunakan sehari-hari.
Sebagian kritikus menolak tren Apple yang mengutamakan ketipisan produk karena mengorbankan daya tahan dan kenyamanan, mengingat pengalaman buruk Apple di masa lalu dengan MacBook yang terlalu tipis. Namun ada juga yang menganggap desain iPhone Air tetap menarik terutama untuk pengguna yang ingin telepon ringan dan mudah dibawa.
Meski demikian, iPhone Air tampak membawa teknologi yang mungkin penting untuk masa depan Apple. Komponen internal seperti kamera, speaker, dan chip disusun dalam sebuah 'plateau' yang memungkinkan desain sangat tipis sekaligus memberikan ruang untuk baterai yang lebih besar, hal ini dapat menjadi fondasi bagi ponsel lipat Apple yang selama ini dirumorkan.
Secara keseluruhan, iPhone Air menghadirkan desain baru yang penuh kompromi antara ketipisan dan fungsionalitas, dengan berbagai pendapat berbeda dari para pengulas. Apple tampaknya sudah mulai menyiapkan langkah besar berikutnya melalui inovasi yang disematkan di ponsel ini, meskipun bagi pengguna biasa hal ini bisa terasa kurang praktis karena keterbatasan daya tahan baterai.
Analisis Ahli
Thomas Ricker
Menganggap iPhone Air terlalu tipis sehingga perlu casing agar tidak mudah rusak, dan baterai tambahan malah menggandakan ketebalan.Antonio G. Di Benedetto
Mengkritik obsesi Apple pada ketipisan yang pernah merugikan produk mereka sebelumnya dan meragukan tren ini layak diteruskan.Todd Haselton
Meragukan klaim baterai iPhone Air yang bisa bertahan seharian, apalagi jika dibandingkan dengan model Pro Max yang lebih tebal dan tahan lama.Nathan Edwards
Menganggap panduan daya tahan baterai yang bergantung pada penggunaan baterai tambahan sebagai klaim yang menyesatkan dan tidak relevan.David Pierce
Melihat iPhone Air sebagai produk peralihan dengan teknologi penting yang akan mendukung ponsel lipat Apple di masa depan.

