Verizon Rencanakan PHK 15.000 Karyawan untuk Hadapi Persaingan Ketat
Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
14 Nov 2025
41 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Verizon merencanakan PHK sekitar 15.000 karyawan sebagai bagian dari restrukturisasi.
Persaingan di industri telekomunikasi semakin ketat, dengan AT&T dan T-Mobile menawarkan paket lebih menarik.
CEO baru Dan Schulman fokus pada transformasi biaya dan menghentikan kehilangan pelanggan.
Verizon, salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di Amerika Serikat, mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) sekitar 15.000 karyawan. Langkah ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah perusahaan dan bagian dari upaya restrukturisasi yang dipimpin CEO baru, Dan Schulman.
Restrukturisasi ini dilatarbelakangi oleh persaingan yang semakin ketat dari perusahaan seperti AT&T dan T-Mobile, yang berhasil menarik pelanggan baru lebih banyak dengan menawarkan paket layanan lebih murah. Selain itu, operator kabel seperti Comcast dan Charter juga mulai merambah layanan seluler, menambah tantangan bagi Verizon.
Pemotongan karyawan tersebut mencakup sekitar 15% dari total tenaga kerja Verizon di AS dan juga memangkas banyak posisi manajemen. Verizon juga berencana mengubah beberapa gerai ritel miliknya menjadi gerai waralaba sebagai strategi efisiensi biaya.
Di bawah kepemimpinan Dan Schulman, Verizon ingin melakukan transformasi biaya agar perusahaan menjadi lebih sederhana, ramping, dan gesit, tanpa menaikkan harga layanan yang sudah menjadi yang tertinggi di pasar. Namun, tantangan terbesar adalah bagaimana menahan kehilangan pelanggan yang selama ini menggunakan strategi subsidi perangkat premium.
Verizon juga sebelumnya mengeluarkan investasi besar untuk memperkuat jaringan 5G dan melakukan akuisisi operator lain seperti Frontier Communications dan TracFone Wireless. Meskipun saham perusahaan naik setelah kabar PHK mencuat, dalam jangka panjang performa saham Verizon masih stagnan dibandingkan dengan indeks S&P 500.
Analisis Ahli
Craig Moffett
Fokus utama CEO adalah menghentikan kehilangan pelanggan yang mungkin memerlukan subsidi besar untuk perangkat premium. Namun, pertanyaannya adalah apakah penghematan biaya akan cukup untuk menutupi biaya retensi pelanggan yang lebih tinggi.