Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Amazon Leo: Tantangan dan Harapan Internet Satelit di Orbit Rendah Bumi

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
astronomy-and-space-exploration (5mo ago) astronomy-and-space-exploration (5mo ago)
14 Nov 2025
126 dibaca
2 menit
Amazon Leo: Tantangan dan Harapan Internet Satelit di Orbit Rendah Bumi

Rangkuman 15 Detik

Amazon Leo adalah proyek ambisius untuk menyediakan akses internet dengan satelit.
Persaingan antara Amazon Leo dan Starlink menunjukkan pentingnya inovasi dalam layanan internet.
Peluncuran banyak satelit dapat menimbulkan risiko baru, seperti peningkatan puing-puing di orbit.
Amazon kini punya nama resmi untuk proyek satelitnya, yaitu Amazon Leo, yang beroperasi di orbit rendah Bumi. Proyek ini bertujuan menyediakan layanan internet cepat dan andal ke tempat-tempat yang belum terjangkau internet. Amazon Leo dinamai dengan singkatan LEO yang berarti Low-Earth Orbit atau orbit rendah Bumi, di mana satelit-satelit diposisikan pada ketinggian di bawah 2.000 kilometer. Amazon berencana meluncurkan sekitar 3.000 satelit melalui lebih dari 80 misi peluncuran agar layanan internetnya bisa tersebar luas. Sudah ada enam peluncuran yang dilakukan termasuk tiga menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX. Setiap peluncuran membawa puluhan satelit ke orbit, menunjukkan kerja sama dan persaingan di industri internet satelit yang semakin ketat. Pesaing utama Amazon dalam hal internet satelit adalah Starlink dari SpaceX yang sudah meluncurkan lebih dari 10.000 satelit. Amazon dan Starlink sama-sama ingin menjangkau daerah yang selama ini sulit mendapatkan koneksi internet yang stabil dan cepat, suatu hal yang sangat dibutuhkan di masa sekarang. Namun, ada kekhawatiran serius terkait peluncuran ribuan satelit ini. Banyaknya objek di orbit bisa menyebabkan sampah antariksa menumpuk, meningkatkan risiko tabrakan antar satelit atau dengan misi luar angkasa berawak. Masalah ini bisa menghambat penggunaan orbit Bumi dan mengancam keselamatan penerbangan luar angkasa di masa depan. Oleh karena itu, meskipun proyek ini menjanjikan kemajuan teknologi dan akses internet yang lebih baik, pengelolaan dan regulasi orbit perlu diperkuat. Teknologi mitigasi sampah antariksa dan kolaborasi internasional menjadi kunci agar manfaat internet satelit dapat dinikmati tanpa mengorbankan keselamatan aktivitas luar angkasa.

Analisis Ahli

Dr. Jillian Scudder (Astrofisikawan)
Penambahan ribuan satelit di orbit rendah secara signifikan meningkatkan potensi tabrakan dan memperumit pengelolaan ruang antariksa, sehingga perlu kerjasama global yang lebih kuat.
Prof. David Wright (Ahli Keamanan Antariksa)
Konstelasi satelit yang besar tanpa aturan yang ketat akan mempercepat krisis sampah antariksa, yang bukan hanya ancaman untuk satelit tapi juga bagi misi berawak.