STELLA: Navigasi AI Baru Akuratkan Posisi Pesawat Ruang Angkasa di Bulan
Courtesy of Forbes

STELLA: Navigasi AI Baru Akuratkan Posisi Pesawat Ruang Angkasa di Bulan

Mengembangkan dan menerapkan teknologi navigasi berbasis AI yang menggunakan pola kawah bulan untuk memungkinkan posisi pesawat ruang angkasa dapat ditentukan secara akurat tanpa GPS, guna mendukung survei permukaan bulan dan misi eksplorasi jangka panjang.

13 Nov 2025, 17.55 WIB
179 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • STELLA menggunakan teknologi navigasi berbasis krater untuk meningkatkan akurasi pemetaan bulan.
  • AI memungkinkan sistem ini beroperasi dalam kondisi yang sulit, termasuk daerah yang terbayang.
  • Misi TSUKIMI akan memanfaatkan STELLA untuk mencari sumber daya di bulan.
Adelaide , Australia - Di luar angkasa, tidak ada sistem GPS sehingga pesawat ruang angkasa memerlukan cara sendiri untuk menentukan posisinya. Metode tradisional seperti radio-ranging masih memiliki kesalahan hingga beberapa kilometer, yang kurang akurat untuk misi survei bulan jangka panjang. Para peneliti di Adelaide, Australia, mengembangkan sebuah teknologi baru bernama STELLA yang menggunakan AI untuk mengidentifikasi dan memanfaatkan pola kawah di permukaan bulan sebagai penanda posisi.
STELLA bekerja dengan cara mengambil foto permukaan bulan menggunakan kamera onboard pesawat, lalu secara otomatis mendeteksi kawah di gambar tersebut dan mencocokkannya dengan katalog kawah yang sudah ada. Dengan metode ini, sistem bisa menghitung posisi pesawat secara akurat sampai tingkat meter. Keunggulan lain dari teknik ini adalah kemampuannya mengenali kawah walaupun permukaan bulan gelap atau dilihat dari sudut yang berbeda.
Teknologi ini juga menawarkan kemampuan keandalan di daerah-daerah yang sulit seperti kutub bulan yang selalu berada dalam bayangan. STELLA dapat menggunakan citra yang diambil sebelum dan sesudah melewati wilayah bayangan untuk memperkirakan lintasan dan posisi pesawat, sehingga tetap dapat menentukan lokasi meskipun tidak ada gambar terang di daerah tersebut.
STELLA sedang dikembangkan untuk misi TSUKIMI, satelit Jepang yang akan diluncurkan pada tahun 2028 dengan tujuan utama melakukan survei sumber daya, seperti air, di permukaan bulan. Dengan navigasi berbasis kawah, misi ini dapat menentukan letak sumber daya dengan presisi tinggi, yang sangat penting untuk perencanaan pembangunan infrastruktur dan habitat bulan.
Secara umum, inovasi ini tidak hanya akan mengubah cara kita survei dan eksplorasi bulan tapi juga dapat diterapkan ke planet atau bulan lain di masa depan selama ada data katalog yang memadai. Penggunaan AI pada navigasi visual ini menjadi kunci utama agar sistem dapat beroperasi secara otonom dan akurat selama misi jangka panjang di luar angkasa.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/brucedorminey/2025/11/13/australian-ai-technology-could-revolutionize-lunar-surface-exploration/

Analisis Ahli

Sofia McLeod
"AI memungkinkan sistem navigasi ini beradaptasi dengan kondisi pencahayaan dan sudut pandang yang berbeda, memberikan posisi akurat yang sebelumnya sulit dicapai tanpa GPS."

Analisis Kami

"Penggunaan AI untuk navigasi berbasis visual dari kawah adalah langkah revolusioner yang akan mengubah cara kita jelajahi bulan secara signifikan. Namun, tantangan terbesar tetap bagaimana memastikan katalog kawah komprehensif dan akurat agar sistem bisa bekerja optimal di semua kondisi pencahayaan dan medan bumi bulan."

Prediksi Kami

Dengan teknologi STELLA, masa depan eksplorasi bulan dan permukaan planet lain akan lebih mandiri dan akurat dalam menentukan lokasi, memungkinkan pembangunan infrastruktur dan pencarian sumber daya yang lebih efisien tanpa ketergantungan pada sistem navigasi jarak jauh atau sinyal radio.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa itu STELLA dan apa tujuannya?
A
STELLA adalah sistem navigasi berbasis krater yang dirancang untuk misi pemetaan bulan dan bertujuan untuk meningkatkan akurasi pemetaan permukaan bulan.
Q
Bagaimana sistem navigasi berbasis krater bekerja?
A
Sistem navigasi berbasis krater bekerja dengan mengambil gambar permukaan bulan dan mencocokkan krater yang terdeteksi dengan katalog krater yang sudah ada untuk menentukan posisi pesawat luar angkasa.
Q
Mengapa AI penting dalam teknologi STELLA?
A
AI memungkinkan sistem STELLA untuk mengenali krater dalam berbagai kondisi pencahayaan dan sudut pandang, meningkatkan akurasi navigasi.
Q
Apa yang diharapkan dari misi TSUKIMI?
A
Misi TSUKIMI diharapkan dapat memetakan bulan dan mencari sumber daya seperti air, menggunakan algoritma navigasi berbasis krater yang dikembangkan oleh Universitas Adelaide.
Q
Bagaimana STELLA dapat beroperasi di daerah yang terbayang?
A
STELLA dapat menggunakan estimasi posisi dari gambar yang diambil sebelum dan setelah memasuki daerah yang terbayang untuk memperkirakan trajektori orbit pesawat luar angkasa.