NASA Ciptakan Satelit Pintar yang Bisa Memilih Objek Observasi Sendiri Dalam Hitungan Detik
Teknologi
Kecerdasan Buatan
26 Jul 2025
125 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Dynamic Targeting memungkinkan satelit untuk mengambil keputusan secara mandiri dalam pengambilan data.
Teknologi ini dapat menghemat waktu dan sumber daya dengan menghindari pengambilan gambar yang tidak berguna.
NASA berencana untuk memperluas penggunaan teknologi ini untuk misi di luar Bumi dan dalam pengamatan fenomena cuaca.
NASA menguji teknologi terbaru bernama Dynamic Targeting yang memungkinkan satelit mengamati dan merespons kondisi di bawahnya secara mandiri tanpa bantuan manusia. Teknologi ini membuat satelit dapat berpikir dan mengambil keputusan dalam waktu kurang dari 90 detik.
Masalah utama satelit optik adalah sulitnya melihat permukaan Bumi saat tertutupi awan. Dengan Dynamic Targeting, satelit dapat memindai ke depan sepanjang jalurnya, menghindari awan, dan hanya mengambil gambar area yang bebas awan. Ini membuat data yang dikumpulkan lebih berguna dan efisien.
Tecnologi ini telah diuji pada CubeSat bernama CogniSAT-6, yang mampu miring secara fisik untuk melihat ke depan jalur orbit dan menganalisis gambar sebelum mengambil foto. Semua proses terjadi dengan cepat saat satelit bergerak sangat cepat di angkasa.
Ke depan, NASA berencana memakai teknologi ini untuk mencari badai es yang cepat berubah serta mengamati kejadian termal seperti kebakaran dan letusan gunung berapi yang sulit ditangkap dengan cara tradisional. Algoritma khusus melatih satelit mengenali pola-pola visual atau termal tertentu.
Selain untuk Bumi, NASA berencana menggunakan Dynamic Targeting untuk misi eksplorasi planet, seperti menemukan geiser di bulan es atau badai debu di Mars. Ada pula rencana koordinasi satelit secara otomatis untuk merespon kejadian penting secara bersama-sama di orbit.
Analisis Ahli
Steve Chien
Dynamic Targeting memungkinkan pesawat ruang angkasa tidak hanya melihat data, tetapi juga memahami dan merespons konteksnya seperti halnya manusia, mempercepat dan memperbaiki kualitas observasi ilmiah.

