Misteri Komet AntarBintang 3I/ATLAS: Kandungan CO2 Dominan dan Kecepatannya Yang Mencengangkan
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
13 Nov 2025
88 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Komet 3I/ATLAS memiliki kandungan karbon dioksida yang tidak biasa, menimbulkan banyak pertanyaan tentang asal-usulnya.
Meskipun kecepatannya mengesankan, komposisi kimia komet ini membuat banyak peneliti merasa kecewa.
Teleskop Hubble dan JWST menunjukkan bahwa komet ini adalah objek alami yang belum diketahui asalnya.
Para astronom sangat berharap bisa mengungkap rahasia lewat pengamatan komet antarbintang 3I/ATLAS yang ditemukan pada Juli 2025. Komet ini menjadi pusat perhatian dunia sains karena diyakini berasal dari luar Tata Surya.
Pengamatan awal dengan Teleskop Luar Angkasa James Webb pada Agustus 2025 menunjukkan hasil yang tak terduga: kandungan karbon dioksida sangat dominan dibandingkan air, berbeda dari komet di Tata Surya pada umumnya.
Rasio CO2 yang ekstrem ini membuat para ilmuwan bingung dan terkejut. Mereka sebelumnya berharap komposisi komet bisa membantu memahami pembentukan planet dan bahan awal galaksi, tapi kenyataannya justru banyak menimbulkan tanda tanya.
Kecepatan komet yang melesat sangat tinggi, lebih dari 210.000 km/jam, dan lintasannya begitu lurus dan datar, membuatnya unik di antara benda langit lain. Ukurannya juga cukup besar, yaitu antara 5,6 hingga 11 kilometer.
Dari segi usia, 3I/ATLAS diperkirakan berumur lebih dari 3 miliar tahun, lebih tua dari Tata Surya. Meski ada teori liar soal kemungkinan teknologi alien, para ilmuwan dan NASA sepakat komet ini merupakan benda alami yang terbentuk jauh di luar sistem bintang kita.
Analisis Ahli
David Jewitt
‘Ini seperti melihat peluru melesat sepersekian detik, kita tak bisa menelusuri kembali dari mana ia ditembakkan.’
