Misteri Komet Raksasa 3I/ATLAS dan Spekulasi Pesawat Alien dari Harvard
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
03 Okt 2025
273 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Komet 3I/ATLAS memiliki elemen yang tidak biasa, yaitu nikel dan besi.
Hipotesis mengenai 3I/ATLAS sebagai pesawat alien menimbulkan perdebatan di kalangan ilmuwan.
NASA menegaskan bahwa 3I/ATLAS adalah objek alami meskipun ada klaim kontroversial tentang asal usulnya.
Komet 3I/ATLAS adalah objek antar-bintang besar yang kini melintasi Tata Surya dan menarik perhatian dunia. Dengan ukuran radius 5,6 kilometer dan massa lebih dari 33 miliar ton, komet ini sangat luar biasa dibanding komet lain yang pernah ditemukan.
Para ilmuwan menemukan bahwa ekor komet ini mengandung logam nikel dan besi dalam jumlah besar, sesuatu yang tidak biasa pada komet pada umumnya. Kandungan ini menimbulkan rasa penasaran karena suhu permukaan komet dianggap terlalu rendah untuk menghasilkan logam secara alami.
Profesor Avi Loeb dari Harvard menyebutkan kemungkinan bahwa 3I/ATLAS ini adalah sebuah pesawat antar-bintang yang sengaja dikirim oleh makhluk luar angkasa. Ia juga mengajukan hipotesis 'dark forest', yang menyatakan bahwa dunia asing bisa melakukan serangan pertama demi mempertahankan sumber daya mereka.
NASA membantah spekulasi tersebut dan menegaskan bahwa perilaku dan karakteristik 3I/ATLAS sama seperti komet alami lain yang sudah dikenal. Menurut NASA, objek ini sangat mungkin merupakan komet alami, meskipun memang ada beberapa perbedaan kecil.
Komet ini diperkirakan akan muncul kembali dari balik Matahari pada akhir 2025, memberikan kesempatan bagi para ilmuwan untuk melakukan pengamatan lagi dan mendapatkan data yang lebih jelas untuk menguak misteri di balik komet raksasa ini.
Analisis Ahli
Avi Loeb
Kehadiran logam nikel dan besi di spektrum komet ini tidak sesuai dengan suhu permukaannya, menunjukkan kemungkinan objek ini adalah pesawat antar-bintang dengan maksud tertentu menurut hipotesis 'dark forest'.Tom Statler
3I/ATLAS berperilaku persis seperti komet natural yang sudah kita kenal, sehingga bukti kuat menunjukkan ini adalah objek alami, bukan buatan.