Penundaan Peluncuran Mars NASA Karena Cuaca Antariksa yang Buruk
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
13 Nov 2025
298 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Aktivitas matahari yang tinggi menyebabkan penundaan peluncuran misi ESCAPADE ke Mars.
Misi ESCAPADE bertujuan untuk mempelajari dampak cuaca luar angkasa pada atmosfer Mars.
Roket New Glenn, yang digunakan untuk misi ini, memiliki potensi untuk digunakan kembali dalam peluncuran mendatang.
NASA merencanakan peluncuran dua pesawat ruang angkasa bernama ESCAPADE ke Mars pada tanggal 12 November 2024. Misi ini bertujuan mempelajari bagaimana angin matahari dan badai luar angkasa menyebabkan atmosfer Mars menipis sehingga memengaruhi kondisi planet tersebut.
ESCAPADE menggunakan roket New Glenn dari Blue Origin, yang masih sangat baru dan hanya pernah terbang satu kali sebelumnya. Misi ini juga mengangkut sebuah eksperimen komunikasi sebagai bagian dari teknologi baru NASA.
Sayangnya, tingkat aktivitas matahari sangat tinggi belakangan ini, yang menyebabkan peluncuran harus ditunda demi keamanan dan kinerja pesawat. Aktivitas matahari tersebut menyebabkan badai listrik dan radiasi yang berbahaya bagi satelit dan astronot.
Misi ESCAPADE sendiri justru dirancang untuk mempelajari kondisi cuaca antariksa dari dekat, agar di masa depan berbagai misi bisa lebih siap menghadapi tantangan ini. Ini juga menjelaskan mengapa NASA sangat berhati-hati dalam menentukan waktu peluncuran yang tepat.
Selain itu, NASA juga sedang menavigasi tantangan dengan program Artemis untuk misi pendaratan manusia di bulan, di mana kontrak utama yang diberikan ke SpaceX berpotensi terbuka kembali untuk kompetitor seperti Blue Origin karena keterlambatan pengembangan roket Starship.
Analisis Ahli
Dr. Alexander Marshak (NASA Senior Scientist)
Penundaan peluncuran akibat aktivitas matahari tinggi adalah langkah bijaksana untuk melindungi aset berharga NASA dan memastikan kualitas data ilmiah misi. ESCAPADE memiliki potensi besar untuk mengungkap sejarah atmosfer Mars yang sangat penting bagi ilmu planet.Sean Duffy (Acting NASA Administrator)
Penundaan ini menggambarkan tantangan nyata dalam eksplorasi ruang angkasa, terutama terkait pengaruh space weather, sekaligus membuka peluang lebih luas untuk kolaborasi industri dalam program Artemis.

