Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

3I/ATLAS Bukan Pesawat Alien, Melainkan Komet Alami dari Luar Tata Surya

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
astronomy-and-space-exploration (5mo ago) astronomy-and-space-exploration (5mo ago)
12 Nov 2025
233 dibaca
2 menit
3I/ATLAS Bukan Pesawat Alien, Melainkan Komet Alami dari Luar Tata Surya

Rangkuman 15 Detik

Komet 3I/ATLAS adalah objek alami yang berasal dari luar tata surya, bukan pesawat alien.
Deteksi sinyal radio dari komet ini menunjukkan adanya aktivitas khas komet yang dihasilkan oleh molekul hidroksil.
Perdebatan mengenai komet ini telah meningkatkan minat publik terhadap astrofisika dan penelitian luar angkasa.
Komet 3I/ATLAS yang sebelumnya menjadi perdebatan tentang kemungkinannya sebagai pesawat alien akhirnya terungkap sebagai komet alami dari luar tata surya. Temuan ini diungkap setelah South African Radio Astronomy Observatory berhasil mendeteksi sinyal radio dari komet tersebut menggunakan teleskop MeerKAT. Sinyal radio yang terdeteksi bukanlah sinyal komunikasi melainkan pola penyerapan radikal hidroksil (OH) yang menunjukkan adanya aktivitas sublimasi es di permukaan komet karena kedekatannya dengan Matahari. Aktivitas ini adalah fenomena umum pada komet yang sedang aktif. Penemuan ini juga menjelaskan perubahan kecil dalam lintasan komet 3I/ATLAS sebelumnya yang sempat memicu spekulasi adanya mesin alien atau percepatan non-gravitasi. Kini diketahui perubahan itu disebabkan oleh proses sublimasi yang mempengaruhi pergerakan komet secara alami. Meski demikian, para ilmuwan seperti Avi Loeb dari Universitas Harvard menegaskan bahwa pemantauan harus terus dilakukan, terutama menjelang momen pada 16 Maret 2026 saat komet melintas dekat Jupiter. Saat itu, wahana NASA Juno akan mencari sinyal radio tambahan untuk memperoleh lebih banyak data. Publik dapat mengamati sendiri komet 3I/ATLAS yang akan mencapai titik terdekatnya dengan Bumi pada tanggal 19 Desember 2025. Penemuan ini menjadi perhatian besar sekaligus meningkatkan minat masyarakat terhadap dunia astrofisika dan keajaiban alam semesta.

Analisis Ahli

Avi Loeb
Belum ada deteksi sinyal radio selain penyerapan hidroksil, namun pemantauan lebih lanjut diperlukan untuk memahami produksi molekul OH pada komet ini.