Terobosan Terapi Otak Non-Bedah: Kendalikan Kejang dengan Gelombang Suara dan Gen
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
12 Nov 2025
113 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Metode ATAC memungkinkan pengendalian aktivitas otak dengan prosedur minimal invasif.
Penelitian ini menunjukkan potensi penggunaan ultrasound dan terapi gen dalam pengobatan penyakit neurologis.
Rice University berkomitmen untuk penelitian yang lebih lanjut dalam bidang kesehatan otak melalui Rice Brain Institute.
Para bioengineer di Rice University baru-baru ini mengembangkan metode baru yang tidak membutuhkan operasi untuk mengendalikan aktivitas otak yang berhubungan dengan kejang. Metode ini menggunakan gelombang suara yang difokuskan dan terapi gen untuk menargetkan area hippocampus di otak yang sering terlibat dalam kejang. Dengan cara ini, para peneliti bisa mengendalikan aktivitas otak setelah prosedur dilakukan hanya dengan obat oral.
Prosedur yang disebut ATAC ini melibatkan memasukkan gelembung kecil berisi gas ke dalam aliran darah. Ketika gelombang suara difokuskan ke hippocampus, gelembung tersebut mendorong dinding pembuluh darah dan membuka blood-brain barrier secara sementara. Hal ini membuka jalan bagi vektor terapi gen untuk masuk ke jaringan otak yang ingin ditargetkan tanpa merusak area lain.
Vektor gen tersebut membawa instruksi genetic untuk menghasilkan reseptor kemogenetika penghambat, yang berfungsi seperti tombol redup untuk neuron. Dengan cara ini, para neuron yang terlalu aktif bisa dimatikan saat dibutuhkan melalui pemberian obat tertentu. Penelitian pada hewan menunjukkan metode ini efektif mengurangi aktivitas berlebih hanya pada area yang ditargetkan tanpa memengaruhi bagian lain di otak.
Teknologi ini penting karena membuka kemungkinan penggunaan terapi yang aman, non-invasif, dan dapat dikendalikan kapan saja hanya dengan obat oral. Karena fokus ultrasound dan terapi gen sudah menjalani uji klinis pada manusia, peneliti yakin metode ATAC bisa segera diterapkan dalam pengobatan epilepsi dan gangguan neurologi lainnya.
Selain ATAC, tim peneliti juga mengembangkan metode REMIS yang memungkinkan pelepasan protein dari area tertentu di otak ke dalam darah untuk pemantauan. Gabungan metode ini bisa menjadi platform terapi otak fleksibel yang dapat menjangkau dengan tepat, mengendalikan, serta memantau efeknya, memberikan harapan baru dalam pengobatan penyakit otak.
Analisis Ahli
Robert Greicius
Pendekatan non-invasif seperti ATAC sangat menjanjikan karena menggabungkan teknologi canggih yang sudah menunjukkan efektivitas secara pre-klinis dan bisa mengurangi efek samping terapi neurologis saat ini.

