Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Sony Turunkan Valuasi Bungie Karena Nasib Suram Destiny 2 dan Harapan Besar Marathon

Teknologi
Permainan Console, PC, Mobile dan VR
gaming-pc-console-mobile (5mo ago) gaming-pc-console-mobile (5mo ago)
11 Nov 2025
163 dibaca
2 menit
Sony Turunkan Valuasi Bungie Karena Nasib Suram Destiny 2 dan Harapan Besar Marathon

Rangkuman 15 Detik

Destiny 2 mengalami penurunan jumlah pemain yang signifikan setelah dirilisnya ekspansi terbaru.
Akuisisi Bungie oleh Sony sepertinya tidak memenuhi ekspektasi awal, mengingat penurunan nilai yang dialami.
Marathon diharapkan menjadi proyek game live-service yang sukses bagi Bungie dan Sony dalam waktu dekat.
Destiny 2, game populer dari studio Bungie yang kini dimiliki Sony, sedang mengalami penurunan jumlah pemain yang cukup tajam setelah ekspansi terakhir yang kurang diminati. Meskipun ekspansi sebelumnya sempat mendulang sukses besar, ekspansi terbaru gagal menarik pemain sebanyak itu, menimbulkan kekhawatiran atas masa depan game ini dan studio Bungie secara keseluruhan. Sony membeli Bungie pada tahun 2022 dengan harga yang sangat tinggi, 3,6 miliar dolar, walau Bungie saat itu hanya memiliki satu game besar yang sudah berumur lima tahun. Pembelian ini sempat dianggap terlalu mahal mengingat resiko yang ada, dan kini langkah tersebut mulai tampak tidak tepat karena penurunan kinerja dan valuasi Bungie. Sony dalam laporan keuangannya baru-baru ini mengumumkan kerugian 'impairment loss' sebesar 204 juta dolar yang bukan kerugian langsung oleh Destiny 2, tapi revisi penilaian ulang nilai bisnis Bungie. Hal ini menunjukkan Sony menilai Bungie kini lebih rendah dari nilai saat dibeli, akibat performa game dan prospek studio yang menurun. Bungie juga mencoba untuk memberikan dukungan live-service kepada studio lain di Sony, tapi hasilnya mengecewakan karena studio seperti Naughty Dog memilih tidak melanjutkan model live-service setelah mencoba implementasi game multiplayer The Last of Us Factions. Ini mengindikasikan tantangan dalam model bisnis live-service yang memungkinkan penerimaan pasar dan biaya tinggi. Sony tetap optimistis dengan melanjutkan pengembangan game baru Bungie, Marathon, yang direncanakan keluar dalam waktu lima bulan. Namun, dengan valuasi yang turun dan hasil sebelumnya, ada tanda tanya besar apakah ekspektasi tinggi terhadap game ini akan terpenuhi dan bagaimana hal itu akan memengaruhi masa depan Bungie dan Sony.

Analisis Ahli

Jason Schreier
Pembelian Bungie memang terlihat spekulatif, karena mengandalkan satu game lama yang mempertaruhkan banyak pada judul baru yang belum jelas. Penurunan valuasi ini wajar dan menunjukkan bagaimana pasar game live-service bisa sangat volatil.
Geoff Keighley
Live-service memerlukan banyak sumber daya dan keberhasilan besar dalam menjaga pemain aktif, dan Bungie belum mencapai itu. Marathon akan menjadi tes penting untuk masa depan studio ini dan soal bagaimana mereka beradaptasi dengan tren pasar.