Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

China Tolak Biaya Perlindungan Hutan Brasil, Minta Negara Kaya Bertanggung Jawab

Sains
Iklim dan Lingkungan
News Publisher
11 Nov 2025
268 dibaca
2 menit
China Tolak Biaya Perlindungan Hutan Brasil, Minta Negara Kaya Bertanggung Jawab

AI summary

Tiongkok menekankan bahwa negara kaya harus memimpin dalam pendanaan iklim.
Lula berharap untuk mendapatkan dukungan dari Xi Jinping untuk perlindungan hutan hujan Brasil.
TFFF bertujuan untuk mendapatkan dana guna melestarikan hutan hujan tropis yang kritis untuk iklim global.
China menolak untuk memberikan pendanaan langsung pada saat ini untuk mekanisme perlindungan hutan tropis utama Brasil yang bernama Tropical Forests Forever Facility (TFFF). Sikap ini mengecewakan pemerintah Brasil yang berharap China menjadi pendukung utama di awal program tersebut.Alasan utama China menolak berkontribusi adalah prinsip 'common but differentiated responsibilities' yang mengharuskan negara-negara kaya yang membangun kemakmurannya dari bahan bakar fosil untuk memikul beban utama dalam pembiayaan perubahan iklim dan pengurangan emisi.Selama negosiasi, pejabat China menyampaikan bahwa mereka mendukung gagasan dana tersebut secara prinsip, namun menekankan bahwa negara maju harus mengambil peran utama dalam pendanaan iklim global. Sikap ini sudah lama menjadi garis kebijakan China sejak KTT Bumi di Rio pada 1992.China lebih memilih fokus pada pengurangan emisi domestik dan transfer teknologi daripada menyumbang secara langsung ke dana multilateral. Karena itu, pihak Brasil merasa frustrasi karena harapan dukungan finansial dari ekonomi terbesar kedua dunia tidak terwujud.Presiden Brasil, Lula, berencana mengajukan permohonan secara pribadi kepada Presiden China, Xi Jinping, dalam pertemuan KTT G20 di Afrika Selatan agar China mau mengambil peran lebih aktif dalam pendanaan mekanisme perlindungan hutan tropis tersebut.

Experts Analysis

Nicholas Stern (ekonom iklim)
Prinsip 'common but differentiated responsibilities' harus diadaptasi dengan realitas saat ini agar negara berkembang yang makin kuat seperti China ikut berkontribusi secara adil dalam pembiayaan iklim.
Christiana Figueres (mantan eksekutif UNFCCC)
Keengganan China untuk berkontribusi ke dana multilateral dapat melemahkan percepatan pendanaan iklim, padahal tindakan kolektif sangat penting untuk kelangsungan hutan tropis global.
Editorial Note
Pendekatan China yang berpegang pada prinsip 'common but differentiated responsibilities' mencerminkan strategi politik untuk menghindari beban finansial langsung, tetapi juga menimbulkan hambatan nyata dalam upaya global melawan perubahan iklim. Jika negara berkembang seperti Brasil tidak mendapatkan dukungan dari ekonomi besar seperti China, maka inisiatif perlindungan lingkungan bisa terhambat dan memperlambat kemajuan global.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.