CEO Nvidia: Peluang Kerja Masa Depan Ada di Tenaga Terampil Fisik, Bukan Software
Teknologi
Kecerdasan Buatan
10 Nov 2025
192 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Pekerjaan di sektor konstruksi dan teknik semakin dibutuhkan untuk mendukung pengembangan teknologi AI.
Kekurangan tenaga kerja terampil dapat menghambat pertumbuhan industri data center di masa depan.
Pendidikan dalam disiplin ilmu fisika mungkin lebih bermanfaat dibandingkan dengan ilmu perangkat lunak untuk generasi muda saat ini.
CEO Nvidia, Jensen Huang, menegaskan bahwa banyak pekerjaan bergaji tinggi yang kini tersedia untuk generasi muda bukan lagi pekerjaan di depan laptop atau berbasis software. Ia menyatakan bahwa tenaga kerja terampil seperti tukang listrik, tukang ledeng, dan tukang kayu sedang sangat dibutuhkan, terutama untuk membangun data center yang menjadi pusat pengembangan AI saat ini.
Perusahaan Nvidia sendiri berinvestasi sebesar 100 miliar dolar AS ke OpenAI untuk membiayai pembangunan data center yang menggunakan prosesor AI dari Nvidia. Dibutuhkan ribuan tenaga kerja konstruksi dengan upah rata-rata mencapai 100 ribu dolar AS, yang tidak memerlukan gelar sarjana, selama pembangunan fasilitas data center yang bisa sangat besar ukurannya.
Setelah data center selesai dibangun, sekitar 50 pekerja penuh waktu diperlukan untuk pemeliharaan fasilitas tersebut. Selain itu, setiap pekerjaan ini menciptakan lebih banyak lapangan kerja lain di lingkungan sekitarnya, memperlihatkan dampak ekonomi yang luas dari sektor tenaga kerja fisik ini.
Kekhawatiran serupa juga diungkapkan oleh Larry Fink, CEO BlackRock, dan Jim Farley, CEO Ford, yang menunjukkan bahwa kurangnya tenaga kerja terampil di sektor konstruksi dan manufaktur AS bisa menghambat ambisi pembangunan data center dan pengembangan industri teknologi di negara tersebut, apalagi dengan adanya deportasi pekerja imigran.
Tren ini memperlihatkan perubahan penting di dunia kerja, di mana kebutuhan besar akan tenaga terampil fisik harus dipenuhi agar pengembangan teknologi tinggi, khususnya AI, tetap bisa berkembang. Sektor pendidikan dan kebijakan tenaga kerja di masa depan harus menyesuaikan dengan perubahan ini.
Analisis Ahli
Jensen Huang
AI dan data center menuntut tenaga terampil di sektor fisik, bukan hanya software, untuk memenuhi lonjakan pembangunan.Larry Fink
Kurangnya tenaga listrik terampil dan imigran akan membatasi kapasitas pembangunan data center AI di AS.Jim Farley
Ambisi manufaktur di AS terhambat oleh kekurangan tenaga kerja pabrik dan konstruksi yang serius.
