TLDR
DeepSeek berkomitmen untuk mengembangkan AGI meskipun ada risiko sosial. Kecerdasan buatan dapat mengakibatkan otomatisasi yang luas dalam dunia kerja. Pentingnya diskusi etika dan dampak sosial dari teknologi AI dalam konteks perkembangan yang cepat. Sebuah start-up AI China bernama DeepSeek membuat penampilan langka di sebuah acara industri besar dan menegaskan komitmen mereka untuk mengembangkan teknologi AI yang sangat canggih, yaitu Artificial General Intelligence atau AGI.Dalam sebuah diskusi panel, perwakilan dari DeepSeek menyampaikan pandangan CEO mereka bahwa meskipun teknologi ini sangat menjanjikan, ada kekhawatiran besar tentang dampak negatifnya terhadap masyarakat, terutama soal keamanan dan pekerjaan manusia.CEO DeepSeek, Liang Wenfeng, belum muncul ke publik sejak bertemu dengan Presiden China, Xi Jinping, namun perwakilannya memberikan pesan penting mengenai bagaimana manusia dan mesin kini masih berada dalam masa awal hubungan yang penuh harapan.Namun, DeepSeek juga mengingatkan bahwa AI cepat atau lambat akan mengambil alih banyak pekerjaan yang saat ini dilakukan manusia, sehingga otomatisasi menjadi isu yang harus diwaspadai.Pesan ini menunjukkan bahwa meskipun AI membawa peluang besar untuk kemajuan teknologi, pemerintah dan masyarakat harus siap menghadapi perubahan besar yang mungkin terjadi akibat otomatisasi dan risiko sosial lainnya.