Vince Gilligan Tolak AI dan Tegaskan ‘Pluribus’ 100% Dikerjakan Manusia
Teknologi
Kecerdasan Buatan
09 Nov 2025
80 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Vince Gilligan menekankan pentingnya kreativitas manusia tanpa intervensi AI.
Serial 'Pluribus' adalah contoh bagaimana fiksi ilmiah dapat menggabungkan tema yang relevan dengan kontroversi AI.
Disclaimer di kredit dapat menjadi model bagi pembuat film lain untuk menunjukkan bahwa karya mereka tidak melibatkan AI.
Acara terbaru Apple TV bertajuk "Pluribus" menampilkan sebuah disclaimer unik di akhir kreditnya yang menyebutkan bahwa acara ini dibuat sepenuhnya oleh manusia. Kalimat singkat ini ditempatkan tepat di bawah catatan tentang adanya petugas pengawas hewan demi keselamatan hewan di lokasi syuting, menandakan pentingnya sentuhan manusia dalam produksi acara.
Pencipta "Pluribus" adalah Vince Gilligan, yang juga dikenal sebagai kreator "Better Call Saul" dan mantan penulis "X-Files." Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Variety, Gilligan secara tegas menyatakan kebenciannya terhadap penggunaan teknologi AI dalam pembuatan konten, bahkan mengatakan bahwa ia 'benci AI.'
Vince Gilligan dengan kritik pedas menyebut AI sebagai mesin plagiarisme yang paling mahal dan sangat boros energi di dunia. Ia membandingkan hasil karya AI dengan seekor sapi yang terus mengunyah kembali makanan yang sama, menggambarkan AI menghasilkan konten yang tidak orisinal dan berulang-ulang tanpa makna baru.
Selain mengkritik AI, Gilligan juga menyindir Silicon Valley yang menurutnya terus merusak dunia dengan teknologi yang belum siap atau tidak memikirkan dampaknya dengan baik. Sikap ini menandakan adanya ketegangan yang terus meningkat antara para kreator tradisional dan perkembangan teknologi modern.
"Pluribus" sendiri adalah karya fiksi ilmiah yang menampilkan Rhea Seehorn, bintang "Better Call Saul," dalam peran sebagai seorang penulis cerita fantasi romantis yang harus menghadapi invasi alien. Acara ini menandai kembalinya Gilligan ke genre fiksi ilmiah dengan sentuhan humanisme yang kental.
Analisis Ahli
Noam Chomsky
AI dapat memperkuat kreativitas manusia, namun ketergantungan berlebihan dapat melemahkan kemampuan intelektual dan kultural kita.Fei-Fei Li
Pengembangan AI harus etis dan terkontrol untuk menghindari penurunan kualitas karya kreatif yang sangat bergantung pada pengalaman dan emosi manusia.

