Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Komet Antar Bintang 3I/ATLAS: Mengapa Warnanya Hijau dan Ekor Tersembunyi

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
LiveScience LiveScience
08 Nov 2025
124 dibaca
2 menit
Komet Antar Bintang 3I/ATLAS: Mengapa Warnanya Hijau dan Ekor Tersembunyi

Rangkuman 15 Detik

Komet 3I/ATLAS merupakan pengunjung antarbintang yang menarik perhatian karena kemampuannya untuk bersinar hijau.
Komet ini tidak memiliki ekor yang terlihat karena sudut pandang pengamatan yang tepat, meskipun tail-nya masih ada.
Penelitian lebih lanjut bisa jadi sulit karena komet ini memiliki kerak yang teriradiasi, berbeda dari material asli dari sistem bintang asalnya.
Komet 3I/ATLAS merupakan tamu langit yang sangat langka dan menarik, karena berasal dari luar sistem tata surya kita. Baru-baru ini, menggunakan teleskop kuat di Observatorium Lowell, ilmuwan berhasil mengamati komet ini saat ia menjauh dari matahari. Pengamatan ini penting untuk mengetahui lebih dalam tentang sifat dan komposisi komet. Saat komet dekat matahari, ia mengembangkan atmosfer atau koma, yang terdiri dari gas dan debu yang dipancarkan oleh komet akibat pemanasan. Untuk komet 3I/ATLAS, atmosfernya tampak paling terang jika dilihat dengan filter berwarna hijau yang mendeteksi diatomik karbon, sebuah molekul yang mudah dideteksi dan terkait dengan proses pembongkaran molekul besar oleh sinar ultraviolet matahari. Walaupun dalam gambar tampak seperti komet tanpa ekor, sebenarnya ekornya ada dan terlihat dari sudut pandang depan. Ini menyebabkan perbedaan kecerahan kecil di sisi kiri dan kanan atmosfer komet. Fenomena ini menjelaskan kenapa ekor tidak tampak jelas namun tetap ada secara fisik. Penelitian sebelumnya menunjukkan komet ini mungkin tertutupi oleh lapisan tebal yang dihasilkan oleh paparan radiasi luar angkasa yang lama, yang dapat menyulitkan para ilmuwan untuk memahami asal-usul komet karena bahan yang keluar sudah terubah. Hal ini menandakan pentingnya fase pasca perihelion untuk mengeksplorasi aktivitas komet secara maksimal. Dalam beberapa bulan mendatang, pengamatan terhadap komet ini akan terus dilakukan oleh berbagai teleskop besar maupun teleskop ukuran kecil yang dapat mengamati komet di pagi hari. Diharapkan ada banyak penemuan menarik terkait komposisi kimia dan sejarah komet antar bintang langka ini.

Analisis Ahli

Qicheng Zhang
Penjelasan tentang bagaimana sinar UV menguraikan molekul hidrokarbon menjadi diatomik karbon memberikan wawasan penting terkait proses kimia di sekitar komet yang membantu astronom mengamati atmosfer komet dan memahami komposisi kimianya.