Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Komet Antar Bintang 3I/ATLAS Kembali Terlihat Setelah Melintasi Matahari

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
LiveScience LiveScience
03 Nov 2025
63 dibaca
2 menit
Komet Antar Bintang 3I/ATLAS Kembali Terlihat Setelah Melintasi Matahari

Rangkuman 15 Detik

Komet 3I/ATLAS kembali terlihat setelah melewati matahari dan dapat diamati dengan teleskop kecil.
Qicheng Zhang berhasil mendapatkan gambar pertama pasca-perihelion dan berbagi informasi tentang komet ini.
Penelitian lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap lebih banyak tentang komposisi dan asal usul komet interstellar ini.
Komet 3I/ATLAS adalah objek antar bintang ketiga yang pernah diamati yang kembali terlihat dari Bumi setelah melewati titik terdekatnya dengan Matahari pada tanggal 29 Oktober 2023. Para astronom menggunakan teleskop besar di Arizona untuk mengabadikan gambar pertamanya setelah perihelion. Kompas ini bergerak sangat cepat melalui tata surya kita, dengan kecepatan lebih dari 210.000 kilometer per jam dalam lintasan yang sangat datar dan lurus. Keunikan ini membuatnya menarik untuk diamati dan dipelajari lebih lanjut. Warna biru yang tampak pada komet ini menunjukkan adanya emisi gas yang aktif, sebuah fenomena yang biasanya terjadi saat komet mendekati Matahari dan sejumlah es pada permukaannya menguap menjadi gas. Penemuan ini penting untuk memahami komposisi dan aktivitas komet. Selain itu, ada spekulasi bahwa 3I/ATLAS bisa menjadi komet tertua yang pernah diamati, dengan usia yang jauh lebih tua dari objek-objek lain di tata surya. Namun, lapisan kerak hasil paparan radiasi luar angkasa membuat asal usulnya lebih sulit dipahami. Para astronom dan amatir disarankan untuk mulai mengamati komet ini terutama selama fajar dengan bantuan teleskop kecil hingga besar yang mampu melihat di dekat cakrawala. Observasi yang terus berlangsung akan memberikan data penting untuk penelitian lanjutan.

Analisis Ahli

Qicheng Zhang
Komet ini menunjukkan karakteristik yang menarik seperti warna biru yang menandakan adanya emisi gas, dan sangat cepat, menjadikannya objek unik untuk diteliti terutama di masa pascaperihelion.