Waspada! Kenali Tanda Akun WhatsApp Disadap dan Cara Mengamankannya
Teknologi
Keamanan Siber
07 Nov 2025
31 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Pengguna WhatsApp harus waspada terhadap tanda-tanda penyadapan untuk melindungi data pribadi.
Verifikasi dua langkah adalah langkah penting untuk meningkatkan keamanan akun WhatsApp.
Segera nonaktifkan akun jika terdeteksi ada aktivitas mencurigakan untuk mencegah kerugian lebih lanjut.
WhatsApp kini sudah digunakan oleh 3 miliar orang di seluruh dunia dan menjadi platform pesan yang sangat populer. Namun, tingkat popularitas ini membuatnya menjadi target empuk bagi para penipu online yang mencari korban dengan berbagai modus kejahatan, khususnya penyadapan akun.
Penyadapan akun WhatsApp dapat menimbulkan kerugian besar, mulai dari pencurian identitas, pelanggaran privasi, hingga pembobolan rekening keuangan melalui kode OTP yang dikirimkan lewat aplikasi ini. Oleh karena itu, pengguna harus tahu bagaimana mengenali tanda-tanda jika akunnya sedang disadap.
Tanda-tanda akun WhatsApp disadap antara lain menerima kode OTP yang tidak diminta, keluar dari akun secara tiba-tiba, ada pesan yang sudah terbuka tanpa aktivitas pengguna, pesan atau status asing yang muncul sendiri, serta panggilan telepon asing yang tidak dilakukan pengguna.
Untuk mencegah penyadapan, sangat dianjurkan bagi pengguna untuk mengaktifkan fitur verifikasi dua langkah yang akan membuat peretas sulit untuk mengakses akun tanpa kode tambahan. Jika akun sudah diretas, segera nonaktifkan dan hubungi dukungan WhatsApp, serta lakukan instal ulang dengan nomor asli demi keamanan.
Pengguna juga perlu rutin memeriksa perangkat yang terhubung melalui WhatsApp Web dan menggunakan fitur penguncian layar dengan sidik jari untuk mencegah akses tanpa izin. Dengan langkah-langkah ini, risiko menjadi korban penyadapan dapat diminimalisir secara signifikan.
Analisis Ahli
Ahmad Taufik (pakar keamanan siber)
Verifikasi dua langkah dan pengecekan rutin terhadap perangkat yang terhubung adalah solusi krusial yang harus dimanfaatkan oleh pengguna agar dapat meminimalisir risiko akun diretas. Edukasi berkelanjutan juga penting agar masyarakat tidak mudah tertipu oleh metode phishing dan malware.Siti Nurhaliza (praktisi cybersecurity)
Pengguna sering mengabaikan tanda-tanda awal adanya penyadapan yang harusnya menjadi peringatan serius. Pendekatan sistematis dan penggunaan teknologi pengamanan ekstra seperti penguncian sidik jari sangat membantu dalam menjaga keamanan akun WhatsApp.
