AI summary
Mahasiswa Tiongkok memberikan kontribusi signifikan terhadap pendidikan tinggi di AS. Pernyataan politik tentang mahasiswa asing yang menggeser mahasiswa AS tidak didukung oleh data penelitian. Pertumbuhan jumlah mahasiswa Tiongkok berkontribusi pada peningkatan program master di universitas-universitas AS. Dalam dua dekade terakhir, jumlah mahasiswa di Tiongkok meningkat drastis dari satu juta menjadi hampir sepuluh juta per tahun. Karena tingginya jumlah lulusan, banyak dari mereka memilih untuk melanjutkan studi ke luar negeri, terutama Amerika Serikat.Sebuah studi oleh National Bureau of Economic Research mengungkap bahwa untuk setiap 100 lulusan asal Tiongkok, sekitar tiga sampai empat dari mereka melanjutkan studi master di AS, khususnya di bidang STEM yang meliputi sains, teknologi, teknik, dan matematika.Penelitian itu juga menemukan hubungan positif yang menarik, yaitu setiap 100 mahasiswa Tiongkok yang masuk program master di AS mendorong universitas menambah satu program master STEM baru. Ini berarti mahasiswa internasional membantu memperluas kapasitas dan pilihan pendidikan di AS.Hasil ini berlawanan dengan pandangan beberapa politisi AS yang menganggap bahwa mahasiswa asing mengurangi kesempatan bagi mahasiswa Amerika, karena penelitian menunjukkan adanya efek 'crowding in,' yaitu penambahan mahasiswa asing justru menambah peluang bagi mahasiswa lokal.Dengan bertambahnya program dan kesempatan yang tersedia, universitas di AS dapat menjalankan peran sebagai pusat pendidikan global yang lebih inklusif, sekaligus berkontribusi pada penguatan ekonomi lokal di kota-kota kampus melalui kehadiran mahasiswa internasional.
Fenomena ini menunjukkan bahwa globalisasi pendidikan memberikan manfaat yang nyata dan saling menguntungkan, tidak hanya untuk pelajar asing tetapi juga mahasiswa domestik di AS. Namun, masih perlu disikapi dengan hati-hati agar pembangunan program dan kapasitas universitas bisa berkelanjutan tanpa ketergantungan terlalu besar pada mahasiswa internasional.