Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

NASA Dituntut Rilis Foto Komet Antar-Bintang 3I/ATLAS yang Misterius

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
astronomy-and-space-exploration (5mo ago) astronomy-and-space-exploration (5mo ago)
06 Nov 2025
171 dibaca
2 menit
NASA Dituntut Rilis Foto Komet Antar-Bintang 3I/ATLAS yang Misterius

Rangkuman 15 Detik

Komet 3I/ATLAS adalah objek antar-bintang yang menarik perhatian ilmuwan dan masyarakat.
Penundaan rilis foto komet disebabkan oleh penutupan pemerintah AS, yang mempengaruhi NASA.
Ada spekulasi dan teori konspirasi tentang komet ini, tetapi para ilmuwan membantahnya.
NASA baru-baru ini mengambil foto Komet 3I/ATLAS, sebuah komet antar-bintang yang langka, melalui Mars Reconnaissance Orbiter. Foto ini diambil saat komet itu mendekati Mars pada awal Oktober 2025. Namun, foto tersebut hingga sekarang belum dirilis ke publik karena penutupan sementara pemerintah Amerika Serikat yang mempengaruhi kegiatan NASA. Penutupan pemerintah AS menyebabkan banyak staf NASA harus cuti, sehingga proses pengolahan data dan komunikasi publik tertunda. Penundaan ini menimbulkan spekulasi dan teori konspirasi di media sosial tentang kemungkinan aktivitas makhluk luar angkasa di balik komet tersebut, yang sudah dibantah oleh para ilmuwan ahli. Komet 3I/ATLAS pertama kali ditemukan pada 1 Juli 2025 oleh sistem ATLAS. Komet ini menunjukkan perilaku yang tidak biasa seperti percepatan non-gravitasi dan semburan materi yang mengarah ke Matahari. Selain itu, data tambahan dari rover Perseverance, teleskop Hubble, dan James Webb juga sedang ditunggu untuk memperkaya pemahaman tentang komet ini. Tekanan terhadap NASA meningkat setelah anggota DPR Anna Paulina Luna meminta lembaga tersebut mempublikasikan data lengkap komet agar pemahaman ilmiah mengenai objek antar-bintang ini bisa diperluas. Ahli astrofisika terkemuka Avi Loeb juga menyerukan rilis data guna mendukung observasi dan penelitian. Ia menyatakan komet ini mungkin memiliki sifat yang tidak alami berdasarkan anomali orbit dan komposisi material. Kepala NASA Sean Duffy bahkan menanggapi secara pribadi unggahan selebritas Kim Kardashian mengenai komet tersebut dan mengundangnya untuk melihat foto dari NASA. Komet ini akan melewati titik terdekatnya dengan Matahari pada akhir Oktober dan mendekati Bumi pada Desember 2025 tanpa menimbulkan risiko benturan.

Analisis Ahli

Avi Loeb
Data komet ini sangat penting karena adanya anomali yang mungkin menunjukkan objek bukan alami, yang dapat merevolusi pemahaman kita tentang pengunjung antar-bintang.