Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Fenomena Supermoon 5 November 2025: Bulan Purnama Terang dan Dekat Bumi

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
astronomy-and-space-exploration (4mo ago) astronomy-and-space-exploration (4mo ago)
05 Nov 2025
224 dibaca
2 menit
Fenomena Supermoon 5 November 2025: Bulan Purnama Terang dan Dekat Bumi

Rangkuman 15 Detik

Bulan Purnama beaver moon akan terlihat lebih besar dan lebih terang pada malam ini.
Masyarakat dapat melakukan pengamatan langsung atau melalui siaran langsung di YouTube.
Fenomena Supermoon menunjukkan hubungan antara posisi Bulan dan Bumi dalam orbitnya.
Pada malam 5 November 2025, masyarakat di seluruh dunia dapat menyaksikan fenomena Supermoon, yaitu kondisi saat Bulan Purnama berada di titik terdekat dengan Bumi dalam orbitnya. Fenomena ini merupakan yang kedua dari tiga kali Supermoon yang terjadi di tahun 2025. Di Indonesia, khususnya di Jakarta, pengamatan dapat langsung dilakukan saat Bulan terbit pada sore hingga malam hari. Supermoon kali ini dikenal dengan nama Beaver Moon, yang berasal dari tradisi masyarakat adat Amerika Utara. Nama ini diberikan karena pada masa tersebut, berang-berang mulai membangun sarang sebagai persiapan menghadapi musim dingin. Fenomena ini juga menandai periode pemburuan terakhir sebelum sungai membeku. Secara astronomis, pada malam tanggal 5 November, jarak antara Bumi dan Bulan mencapai sekitar 356.980 kilometer. Bulan juga memiliki semi-diameter sebesar 16 menit dan 43,87 detik busur, membuatnya tampak lebih besar dan lebih terang dibanding biasanya. Pada keesokan harinya, 6 November, jarak tersebut semakin dekat menjadi 356.833 kilometer, yaitu jarak terdekat sepanjang tahun 2025. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan mengamati Bulan Purnama secara langsung jika cuaca mendukung. Bagi yang tidak dapat melihat langsung, ada juga alternatif menonton live streaming dari berbagai kanal YouTube. Salah satu yang populer adalah The Virtual Telescope Project yang menyiarkan dari Italia. Fenomena Supermoon tidak hanya menarik dari sisi ilmiah, tetapi juga budaya dan edukasi. Masyarakat dapat belajar banyak tentang orbit Bulan, pengaruhnya terhadap bumi, dan juga tradisi yang terkait dengan siklus Bulan. Ini menjadi momen yang tepat untuk meningkatkan minat publik terhadap astronomi dan menjaga budaya lokal yang kaya akan makna alam.

Analisis Ahli

Prof. Ir. Budi Santoso, PhD (Astrofisikawan ITB)
Supermoon merupakan kesempatan emas untuk memahami orbit Bulan dan efek gravitasi terhadap Bumi. Selain itu, fenomena ini juga jadi pengingat tentang siklus alam yang bisa dikaitkan dengan tradisi dan budaya lokal.