Kolaborasi Digitalisasi Transaksi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jakarta 2025
Bisnis
Ekonomi Makro
04 Nov 2025
113 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Kolaborasi antara pemerintah dan lembaga keuangan sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi.
Digitalisasi transaksi melalui QRIS meningkatkan efisiensi dan keamanan bagi pedagang.
Pertumbuhan ekonomi Jakarta menunjukkan hasil positif meskipun dalam kondisi efisiensi fiskal.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan kerja sama dalam memajukan ekonomi Jakarta melalui forum Jakarta Economy Forum (JEF) 2025. Fokus utama adalah memperkuat sinergi lintas lembaga untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan efisien, dengan digitalisasi sebagai salah satu strategi utama.
Salah satu program unggulan adalah digitalisasi transaksi di pasar tradisional dengan menggunakan QRIS. Program ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan digital di kalangan pedagang dan memudahkan transaksi sehingga menjadi lebih cepat dan aman dari risiko kejahatan seperti pencopetan dan uang palsu.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan bahwa penggunaan QRIS menunjukkan hasil yang positif dengan peningkatan signifikan dalam transaksi digital di pasar-pasar. Ini juga membantu pengurangan tindak kriminal yang memanfaatkan uang tunai, sehingga memberi rasa aman serta efisiensi kepada masyarakat.
Pada periode triwulan pertama 2025, Jakarta mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,18 persen, sedikit lebih tinggi dari rata-rata nasional yaitu 5,12 persen. Selain itu, investasi di Jakarta juga meningkat mencapai Rp140,8 triliun dan pendapatan asli daerah dari pajak berhasil memenuhi target, mencerminkan keberhasilan upaya efisiensi fiskal.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, berharap agar kolaborasi ini terus berlanjut untuk memperkuat stabilitas ekonomi dan kepercayaan publik. Semangat kolaboratif dan transparansi dianggap sebagai fondasi penting agar Jakarta dapat berkembang menjadi kota global yang berbudaya dan berdaya saing tinggi.
Analisis Ahli
Sri Mulyani Indrawati
Pendekatan kolaboratif dan digitalisasi transaksi di pasar tradisional adalah kunci untuk mempercepat inklusivitas ekonomi dan mengurangi biaya transaksi yang selama ini merugikan pelaku UMKM.Thomas Friedman
Sinergi antara pemerintah dan lembaga keuangan akan meningkatkan efisiensi pasar dan mendorong inovasi yang diperlukan dalam ekonomi global modern seperti yang dilakukan Jakarta.

