Transaksi Digital di Indonesia Melesat, BI Dorong Inklusi dan Rupiah Digital
Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
22 Sep 2025
14 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Transaksi digital di Indonesia mengalami pertumbuhan pesat dengan volume mencapai 4,43 miliar transaksi.
Penggunaan QRIS semakin meningkat, menunjukkan adopsi teknologi pembayaran yang lebih luas di kalangan masyarakat.
Bank Indonesia terus mendorong digitalisasi ekonomi untuk mendukung UMKM dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Bank Indonesia melaporkan perkembangan pesat dalam transaksi pembayaran digital di Indonesia. Volume transaksi mencapai hingga 4,43 miliar dengan pertumbuhan tahunan sebesar 39,8 persen, menunjukkan semakin banyak masyarakat yang beralih ke pembayaran digital.
Penggunaan QR Indonesian Standard (QRIS) juga hampir mencapai 60 juta pengguna, di mana mayoritas adalah merchant. Hal ini mendukung kemudahan dan kecepatan transaksi yang memberikan manfaat bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Selain itu, BI Fast Payment yang merupakan sistem penyelesaian transaksi secara real-time semakin diminati masyarakat dengan pertumbuhan sebesar 27,54 persen. Ini membuktikan kepercayaan dan kenyamanan masyarakat dalam menggunakan layanan pembayaran digital yang disediakan Bank Indonesia.
Bank Indonesia terus berupaya mengakselerasi digitalisasi sistem pembayaran melalui pengembangan infrastruktur, konsolidasi industri, inovasi, serta menjalin kerja sama internasional. Rencana jangka panjang hingga 2030 juga mencakup potensi penerbitan rupiah digital.
Inisiatif digitalisasi ini tidak hanya mempercepat pertumbuhan ekonomi, tapi juga mendukung inklusivitas keuangan dengan memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat dan pelaku UMKM untuk berpartisipasi dalam ekonomi digital yang berkembang pesat.
Analisis Ahli
Satriyo Budiman (Ekonom Senior)
Peningkatan pesat transaksi digital mencerminkan kesiapan infrastruktur dan adaptasi masyarakat, namun tantangan utama tetap ada di edukasi dan keamanan transaksi digital.Prof. Dr. Dewi Setyowati (Ahli Ekonomi Digital)
Implementasi rupiah digital harus diiringi dengan regulasi yang jelas dan proteksi data untuk memastikan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembayaran baru.

