CEO Nvidia Bertemu Bos Samsung dan Hyundai, Momen Bersejarah di Seoul
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
31 Okt 2025
116 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Jensen Huang menikmati momen kebersamaan dengan pemimpin perusahaan besar lainnya.
Nvidia dipimpin oleh Huang menjadi perusahaan dengan kapitalisasi pasar hampir mencapai US$ 5 triliun.
Kkanbu Chicken menjadi lokasi menarik bagi publik berkat popularitas serial Squid Game.
CEO Nvidia, Jensen Huang, baru-baru ini menghebohkan warga Seoul, Korea Selatan dengan makan malam bersama dua Komisaris penguasa korporasi besar, Samsung dan Hyundai, yaitu Lee Jae-yong dan Chung Eui-sun. Mereka bertemu di sebuah restoran ayam goreng populer bernama Kkanbu Chicken yang terkenal berkat serial Netflix, Squid Game.
Restoran yang menjadi lokasi pertemuan menarik banyak perhatian warga sekitar, wartawan, dan fotografer sehingga suasana menjadi sangat ramai dan semarak. Bahkan televisi lokal menyiarkan pertemuan ini secara langsung karena jarang sekali tokoh seperti mereka bertemu dalam suasana santai.
Salah satu momen yang mencuri perhatian adalah ketika ketiganya melakukan aksik bersulang yang disebut 'love shot' dengan saling mengaitkan tangan mereka, menandakan kedekatan dan kerjasama yang erat antara mereka. Jensen Huang bahkan mentraktir seluruh meja yang ada di restoran tersebut.
Jensen Huang mengaku sangat bahagia pada malam itu, bahkan menyebutnya sebagai hari terbaik dalam hidupnya. Lee Jae-yong pun menyatakan bahwa kebahagiaan bisa didapat hanya dengan berbagi makanan dan minuman dengan orang baik, terutama setelah adanya solusi atas masalah tarif Amerika Serikat.
Nvidia, yang dipimpin oleh Huang, kini menjadi perusahaan paling mahal di dunia dengan nilai pasar hampir 5 miliar dolar AS. Nilai saham Nvidia yang meningkat pesat membuat kekayaan Huang mencapai sekitar 176 miliar dolar AS, menunjukkan betapa suksesnya perusahaan ini di pasar global.
Analisis Ahli
Dr. Agus Santoso (Ekonom Tekno)
Pertemuan ini menunjukkan bahwa para pemimpin industri besar semakin sadar akan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Hal ini juga merefleksikan optimisme baru di tengah tantangan global yang ada.Prof. Linda Hartono (Pakaryawan Teknologi)
Ketiganya tidak hanya membicarakan bisnis tetapi juga membangun hubungan personal, yang krusial dalam memajukan ekosistem inovasi dan bisnis di Asia dan dunia.
