AI summary
Pengakuan Brunei terhadap standar penerbangan China membuka peluang bagi pesawat C919 di Asia Tenggara. Comac berusaha untuk menantang dominasi Airbus dan Boeing di pasar internasional. Pesanan GallopAir menunjukkan minat yang meningkat terhadap pesawat buatan China di pasar luar negeri. Brunei telah secara resmi mengadopsi standar sertifikasi penerbangan sipil dari China yang memungkinkan pesawat buatan China seperti C919 dapat masuk ke pasar mereka. Sebelumnya, Brunei hanya mengakui sertifikat dari EASA, FAA Amerika Serikat, dan Transport Canada sehingga ini menjadi sebuah langkah besar bagi ekpansi pesawat China di Asia Tenggara.China melalui perusahaan Comac berusaha menembus pasar internasional dengan pesawat C919, yang merupakan pesawat narrowbody pertama buatan domestik mereka. Hal ini sekaligus menantang dominasi perusahaan pesawat besar dunia seperti Airbus dan Boeing yang sejak lama mendominasi pasar internasional.Adopsi standar sertifikasi China ini bukan hanya soal regulasi, tapi juga membuka peluang besar bagi pesawat China agar bisa diterima di pasar asing, khususnya wilayah Asia Tenggara yang merupakan pasar berkembang dan kaya potensi.GallopAir, sebuah maskapai baru dari Brunei, sudah memesan 30 pesawat Comac senilai dua miliar dolar AS, termasuk model C919 dan C909. Ini menjadi penjualan internasional Comac yang terbesar dan menandai langkah awal C919 untuk melayani rute-rute di Asia Tenggara dan menghubungkan negara-negara di kawasan ini dengan China.Langkah ini diprediksi akan menjadi model bagi negara-negara Asia Tenggara lain dalam menerima pesawat buatan China, sehingga membuka persaingan baru di dunia penerbangan sipil yang selama ini dikuasai oleh pemain lama dan membuktikan kemampuan teknologi pesawat China yang semakin maju.
Langkah Brunei mengadopsi standar penerbangan China menandakan kepercayaan awal bagi produk-produk kedirgantaraan China yang selama ini dianggap kurang terpercaya di luar negeri. Ini bukan hanya soal bisnis, tapi juga geopolitik karena Cina semakin memperkuat pengaruhnya di Asia Tenggara melalui kerja sama teknologi dan transportasi.